SMPN 3 Pandak Jadi “Pilot Project” UN Berbasis Komputer di Kabupaten Bantul

SMP Negeri 3 Pandak, Kabupaten Bantul DIY (dok. KM)
SMP Negeri 3 Pandak, Kabupaten Bantul DIY (dok. KM)

YOGYAKARTA (KM) – Melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau lebih dikenal dengan CBT (Computer-Based Test) seiring dengan makin berkembangnya tekhnologi khususnya di dunia IT. Berkaca dengan hal tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pun mulai menunjuk beberapa sekolah percontohan di masing-masing tingkat Provinsi, Kota, dan Kabupaten untuk merealisasikan program CBT tersebut.

Untuk wilayah kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), SMP Negeri 3 Pandak telah ditunjuk menjadi Pilot Project ujian berbasis komputer, walaupun seiiring berjalannya waktu ada sekolah lain yang menyatakan siap untuk UNBK.

Penunjukan tersebut diterangkan oleh kepala sekolah SMPN 3 Pandak Retno Yuliastuti,S.Pd.,M.M., saat ditemui KM di ruang kerjanya, Sabtu 21/1. “Semula saya merasa tidak yakin jika SMP ini ditunjuk sebagai percontohan CBT 2016 oleh pihak Disdik Kabupaten Bantul. Namun dengan didukung para pengajar yang kridibel serta staf sehingga saya makin yakin bahwa SMP 3 Pandak ini pasti bisa menjadi percontohan CBT untuk kabupaten Bantul,” terangnya.

Retno Yuliastuti,S.Pd.,M.M.(Kepsek SMP 3 Pandak bantul)

Kepsek SMP 3 Pandak, Bantul, Retno Yuliastuti,S.Pd.,M.M. (dok. KM)

Dalam kesempatan lain Retno pun menegaskan bahwa untuk mlaksanakan CBT ini, sekolahnya didukung oleh Dinas Kominfo Bantul yang membangun menara BTS mini sebagai penguat dan penstabil sinyal saat CBT berlangsung. “Inilah yang membuat saya semakin yakin karena dengan dukungan alat tersebut CBT di sekolah ini akan berjalan dengan baik. Siswa kelas IX yang mengikuti CBT harus benar-benar mandiri karena soal ujian diacak antara siswa satu dengan lainnya berbeda sehingga siswa tidak ada kesempatan untuk mencontek,” tegas Retno.

Simulasi CBT pun sudah dilakukan di sekolahnya sebanyak 2 kali. Simulasi  terakhir dilaksanakan hari Senin – Kamis tanggal 15-18 Februari 2016. Sebagai simulasi, tentu menemukan sejumlah kendala, yang menjadi pembelajaran tersendiri bagi SMP 3 Pandak dan TIM UNBK, agar pada saat UNBK yang sebenarnya kendala-kendala yang ada dapat teratasi.

Menurut beberapa siswa yang berhasil di wawancarai KM, mereka merasa UN dengan komputer lebih mudah dan nyaman dibandingkan dengan ujian dengan kertas. Para siswa kelas IX yang berjumlah 111 siswa pun berharap bisa mengerjakan soal-soal UNBK di 2017 esok dengan nilai yang baik dan masuk pada sekolah lanjutan atas negeri favorit di Bantul. (Gie/Dega)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.