Jadi Kota Wisata, Vila di Batu Jadi Tempat Esek-esek Terselubung

Punjul Santoso wakil walikota batu (kiri) dan istrinya bersama Kades Pujonkidul Udi Hartoko saat memberikan keterangan pada KM (dok. Mugi/KM)
Punjul Santoso wakil walikota batu (kiri) dan istrinya bersama Kades Pujonkidul Udi Hartoko saat memberikan keterangan pada KM (dok. Mugi/KM)

BATU, JAWA TIMUR (KM) – Kota Batu, yang sebelumnya merupakan bagian dari kabupaten Malang, terkenal sebagai kota wisata. Namun, upaya pengembangan kota Batu sebagai kota wisata bukan tanpa resiko dan dampak yang tidak diinginkan.

Sebut saja satu daerah di wilayah kecamatan Batu, yaitu di kelurahan Songgoriti. “Banyak suara masyarakat di wilayah Batu bahwa kalau mau tau wisata yang pemandangannya bagus itu Songgoriti mas. Bukan cuma pemandangannya yang bagus, villanya juga banyak dan bebas pula, mau bawa siapa aja juga boleh,” terang pedagang warung nasi yang di temui KM di wilayah Ngaglik.

Wartawan KM mencoba mendapatkan informasi dari para jamaah shalat ashar di masjid Baiturrohim, Songgoriti, yang bernama Rochiman. “Saya sering melihat banyak anak-anak usia SD kelas V dan SMP yang sudah mulai jualan villa. Terkadang efeknya anak besoknya gak masuk karena begadang untuk bisa jualan demi mereka biar pegang uang sendiri. Karena ada tetangga saya anaknya seperti itu. Bahkan pernah saya selepas shalat subuh saya melihat ada pasangan muda yang keluar dari villa dengan gunakan seragam putih abu-abu. Itu anak apa gak dicariin ya sama orang tuanya?” geram Rochiman.

Dari informasi yang berhasil dihimpun KM, villa di sekitar Songgoriti harganya terjangkau mulai harga Rp. 50 ribu per malam, sehingga sangat menarik bagi siapapun yang ingin menikmati istirahat santai dengan orang tercinta. Suatu kawasan paling terkenal di Songgoriti adalah Gang Macan.

Menurut Wakil Walikota Batu, H. Punjul Santoso, dirinya baru mendapat kabar tentang hal tersebut. “Saya berterimakasih pada kawan-kawan dari KM yang telah memberikan informasi ini. Segera saya akan berkoordinasi Dinas terkait, plus dengan Polres Batu, Kades Songgoriti, agar hal tersebut tidak sebebas itu. Nah agar juga para pemilik vila dapat menyeleksi penyewa vila yang tidak memenuhi syarat,” ujar wakil walikota saat ditemui KM di Cafe Sawah, Pujonkidul, Minggu 29/.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya akan maju dalam Pilkada kota Batu Februari ini dan berjanji akan membuat peraturan yang meregulasi pengunjung vila di Batu. “Ke depannya saat saya dengan ibu Dewanti jika diberi amanah oleh warga Batu untuk memimpin kota Batu ini dalam Pilkada Februari 2017, saya akan buatkan Peraturan Walikotanya agar punya payung hukumnya terkait perijinan vila plus persyaratan para tamu yang akan bermalam di wilayah kota wisata Batu,” tegasnya. (Gie)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*