Diduga Terlibat Korupsi Pasar Babakan Tangerang, Cagub Banten Dilaporkan ke KPK

TANGERANG, 22/10 - WAHIDIN NYOBLOS. Calon Gubernur Banten Wahidin Halim di dampingi istrinya Nini Nuraini usai melakukan penyoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dua RT 02/ RW 01, Pinang, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (22/10) pada pemilihan gubernur Banten. FOTO ANTARA/Lucky.R/Koz/mes/11.
TANGERANG, 22/10 - WAHIDIN NYOBLOS. Calon Gubernur Banten Wahidin Halim di dampingi istrinya Nini Nuraini usai melakukan penyoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dua RT 02/ RW 01, Pinang, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (22/10) pada pemilihan gubernur Banten. FOTO ANTARA/Lucky.R/Koz/mes/11.

JAKARTA (KM) – Masyarakat Banten mulai kritis melihat pelanggaran-pelanggaran atau dugaan-dugaan korupsi yang dilakukan di daerah dimana akan berlangsung Pilkada tahun ini, khususnya menyoroti calon gubernur Banten Wahidin Halim, yang dilaporkan ke KPK terkait dugaan korupsi.

Wahidin Halim (WH) dilaporkan ke KPK oleh Aliansi masyarakat anti korupsi kota Tangerang (Almakota). Dugaan korupsi yang dilaporkan tersebut terkait pengelolaan Pasar Babakan, kota Tangerang, yang dikelola oleh PT. Panca Karya Griyatama (PKG), yang diduga melanggar peraturan perundang-undangan.

“PT. PKG mengelola parkir yang berlokasi di Pasar Babakan yang berada di tanah milik Departemen Kehakiman, tapi tidak ada kerjasama antara PT. PKG dengan kementerian Hukum dan HAM atau dengan Kementerian Keuangan selaku pengelola barang negara,” ucap kordinator Almakota, yang diketahui telah menyerahkan data laporan ke KPK.

Menanggapi laporan masyarakat Banten tersebut, anggota DPR RI Eddy Kusuma Wijaya, yang merupakan seorang politisi dari dapil Banten 3, menerangkan bahwa dirinya akan mendorong KPK untuk mengusut keterlibatah WH dalam kasus-kasus korupsi.

“Saya akan segera mendorong KPK untuk segera menangani kasus yang dilaporkan tersebut. Memang banyak isu-isu yang beredar dari masyarakat tentang keterlibatan WH dalam kasus korupsi, saat menjabat Walikota Tangerang,” kata Eddy.

Advertisement

“Untuk membuat kasus ini terang, hendaknya KPK segera mengusut kasus tersebut, jangan sampai kasus ini menjadi isu yang tersebar luas di masyarakat, tapi kenyataannya beliau tidak terlibat, maka dari itu, KPK harus segera memeriksa kasus ini, agar jelas dan terang duduk perkaranya. Akan tetapi kalau laporan tersebut benar, maka harus ditindak, karena kasus korupsi ini sangat sensitif dan jadi perhatian masyarakat,” ucap politisi PDIP itu.

Eddy juga menghimbau agar masyarakat terus aktif mengawasi dan bersikap kritis terhadap pemimpin-pemimpinnya. “Saya dengar ada beberapa kasus lagi yang akan segera dilaporkan masyarakat ke KPK. Seharusnya memang demikian, masyarakat ikut aktif dalam pengawasan penegakan hukum, masyarakat harus kritis, harus melek politik, maka masyarakat akan lebih jeli memilih pemimpin-pemimpinnya. Masyarakat jangan salah memilih pemimpinnya, karena kalau salah memilih pemimpin, tentunya akan merugikan masyarakat itu sendiri,” ujarnya. (Indra Falmigo)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: