Diskominfo Bogor Ajak Masyarakat Waspadai “Hoax”

(ilustrasi)
(ilustrasi)

BOGOR (KM) – Perkembangan teknologi komunikasi yang semakin pesat dari tahun ke tahun membuat masyarakat semakin dimudahkan dalam beraktifitas sehari-hari dan menjadi bagian yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan, termasuk memperoleh informasi, sehingga ada pepatah yang mengungkapkan “dunia serasa di genggaman tangan”.

Namun sayangnya mudahnya memperoleh informasi tidak sedikit membuat resah, terutama di media sosial.
Akhir-akhir ini masyarakat sudah tidak asing mendengar istilah hoax atau kabar palsu yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban bahkan hingga tingkat nasional.

Terkait hal ini, Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi dan Informasi Publik Diskominfo Kabupaten Bogor, Dadang Iwa menjelaskan, saat ini pihaknya terus menggenjot penyebarluasan informasi publik, baik dari tingkatan desa/kelurahan, kecamatan, hingga SKPD. Dadang Iwa menuturkan, pihaknya terus menyelenggarakan kegiatan penyebarluasan informasi melalui berbagai media. “Diantaranya melalui majalah Inovasi, yang disebarluaskan di seluruh SKPD dan tiap-tiap kecamatan di Kabupaten Bogor, juga melalui media luar ruang, seperti spanduk, billboard, dan videotron,” kata Iwa.

Menurut Iwa, banyaknya penyebaran informasi tidak benar dan tidak bertanggungjawab perlu disikapi dengan langkah nyata guna mengajak masyarakat menjadi lebih bijak dan cerdas dalam menerima dan menyikapi sebuah informasi.

Hal ini pun sudah disikapi oleh Muspida Kabupaten Bogor, bersama warga Bumi Tegar Beriman dalam sebuah giat bersama untuk menyatakan deklarasi gerakan anti Hoax. “Gerakan ini tentu untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, dan kami terus sosialisasikan kepada warga, terkait kejernihan berfikir dalam mengkomsumsi sebuah informasi,” tuturnya.

Diskominfo Kabupaten Bogor, sambung Iwa, juga telah merealisasikan sosialisasi penggunaan internet secara sehat dan bermanfaat. “Jadi internet sebagai media yang memberikan informasi harus digunakan dengan baik dan benar, tidak menghujat, dan jangan memberikan informasi tidak benar,” ujarnya.

Ia pun menyarankan agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap berita yang berkembang di dunia
maya, dan agar selalu melakukan cek dan ricek kebenarannya. “Kalaupun ada berita miring atau hoax, jangan mudah percaya. Informasi semacam itu harus dilakukan cek dan ricek ulang lagi kebenarannya. Agar terverifikasi kebenarannya. Cross cek itu bisa dilakukan baik kepada lembaga media, Diskominfo maupun sumber lainnya yang dapat dipercaya,” kata Iwa menegaskan. (Irfan Damar Sinaga).

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.