Anggota DPR Dukung Pembebasan Antasari Azhar, Serukan Agar Kasusnya Dibongkar
JAKARTA (KM) – Dibebaskannya mantan ketua KPK Antasari Azhar pasca mendapatkan grasi dari Presiden Joko Widodo didukung oleh sejumlah politisi. Salah satunya, politisi PDIP dan DPR, Eddy Kusuma Wijaya, yang mengungkapkan bahwa dirinya melihat dalam kasus yang menjerat Antasari itu sendiri banyak kejanggalan, sehingga Antasari pantas untuk dibebaskan.
“Mengenai dibebaskannya Antasari, saya sudah mendengar dari beberapa media, baik melalui wawancara dan lain-lain. Dalam kasus bapak Antasari ini, saya melihat banyak kejanggalan-kejanggalan, antara lain terkesan ada yang memaksa Antasari, ada juga terkesan merekayasa, dan sekarang Antasari sudah bebas, dan beliaupun sudah tua. Demi untuk pembelajaran kasus ini, pak Antasari harus berani membongkar kasus ini, kalau memang ada rekayasanya, yang jelas harapan saya, pembelajaran terhadap penegak hukum dan bangsa Indonesia ini secara keseluruhan tentang kasus Antasari ini,” terang Eddy pada Kamis 26/1, di ruang kerjanya.
Masih kata Eddy, karena kasus ini ada dugaan-dugaan dan lain-lain, kalau di temukan ada rekayasa, Antasari harus membongkar kasus ini. “Jangan ada lagi rasa takut, karena menurut saya, kita ini kan sudah tua, umur kita kan tidak ada yang bisa menebak, kapan kita meninggal atau mati apalagi di usia 60-63 tahun semua pasti akan mati, mau dia jendral Presiden siapapun pasti nantinya akan mati,” ujar pensiunan jenderal polisi itu.
“Sebelum kita mati, sebaiknya kita harus meninggalkan hal-hal yang baik untuk bangsa ini, supaya bangsa ini untuk kedepannya bisa lebih baik, sejahtera, tenteram, adil sesuai peradaban-peradaban negara-negara lain yang sudah maju dalam sistem penegakan hukumnya,” sambungnya.
Lebih lanjut kata Eddy, di Indonesia ini banyak sekali kasus-kasus yang tidak terungkap, padahal kasus itu sudah “ada di otak kita.”
“Tapi tidak terungkap, seperti siapa pelakunya, siapa yang bertanggung jawab, siapa yang membakar, siapa yang membunuh dan lain-lain. Contoh kalau di PDIP kasus kuda tuli, sampai sekarang berapa korban yang mati. Ada lagi kasus di Ambon, kasus di Kalimantan, dan di Jawa Timur dan di Banyuwangi yang di potong-potong, lalu siapa yang bertanggung jawab, sampai sekarang gak jelas,” ucap Eddy.
Eddy menambahkan, seperti yang sekarang kasus Antasari yang masih hidup, “nah ini momentum dimana dia pernah diancam, dan dia harus berani membongkar, untuk apa takut lagi? Apalagi kita sudah tua, besok atau lusa semua juga bakalan mati juga, orang mati itukan macam-macam, ada yang mati kecelakaan, di bunuh, ada yang mati di rumah sakit, jadi sebelum kita mati, kita harus meninggalkan kebaikan di dunia ini, mengenai perempuan yang bernama Rani, harus dicari [kebenarannya],” tutup Eddy. (Indra Falmigo)
Leave a comment