Masyarakat Desa Curug Bitung, Nanggung, Minta Kades Petahana Lanjutkan Baktinya

Kades Curug Bitung Engkos Kosasih (dok. KM)
Kades Curug Bitung Engkos Kosasih (dok. KM)

BOGOR (KM) – Seorang tokoh masyarakat mengklaim bahwa hampir 85 persen warga masyarakat Desa Curug Bitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor masih membutuhkan figur  kepala desa (kades) Engkos Kosasih. Pasalnya, sebagian besar masyarakat masih mengenang betapa peduli dan semangatnya Engkos saat ikut melakukan pencarian penambang  yang tertimbun di lubang kunti sisi Gunung Butak Nanggung pada 28 Oktober 2015 lalu.

“Pada waktu itu, pak kades masih menggunakan seragam dinas lengkap dengan semangatnya mencari 3 warganya yang  tertimbun,” kenang H. Maman, tokoh setempat, kepada kupasmerdeka.com, Jum’at (30/12/2016).

Kata dia, figur kades seperti ini untuk saat sekarang bahkan seterusnya, pasti banyak warga masyarakat yang mendambakan. Karena selain peduli kepada warganya, juga sangat peka terhadap apa yang diinginkan mayoritas warganya.

“Jadi figur pak Engkos yang kami rindukan selama ini, dan kami bertekad untuk mendukung dan berdoa agar pak Engkos menjadi Kades Curug Bitung kembali pada periode berikutnya,” harapnya.

Terpisah, Kades Curug Bitung petahana Engkos Kosasih saat dihubungi di kediamannya mengakui bahwa dirinya siap untuk mencalonkan kembali menjadi Kades Curug Bitung untuk periode 2017-2022 bila masyarakat masih mempercayainya.

“Ya, bila masyarakat masih mendukung dan mempercayai, saya siap,” tegasnya.

Engkos Kosasih mengakui, bahwa selama 6 tahun memimpin masih banyak program pembangunan yang belum terselesaikan, tapi dirinya berupaya bila nanti dipercaya kembali akan segera dituntaskan sesuai agenda Rencana Pembangunan Jangka Menegah Desa (RPJMDes) dan Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan Desa (Musrenbangdes).

“Tentunya sesuai agenda yang telah direncanakan, jadi bila ada infrastruktur yang belum tersentuh mohon bersabar, tinggal menunggu giliran saja,” ucapnya.

Lanjut dia, untuk pengadaan mobil siaga desa hanya tinggal menunggu dari pemerintah, karena tiap-tiap desa bergiliran.

“Untuk pengadaan mobil siaga desa yang merupakan program pemerintah hanya  tinggal menunggu saja,” terangnya. (pendi/dedi).

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*