Keluhkan Pelayanan Air, Warga Geruduk Pengelola Sentul City

Sejumlah warga Sentul City berunjuk rasa di depan kantor pemasaran perumahan tersebut, Sabtu 10/12 (dok. KM)
Sejumlah warga Sentul City berunjuk rasa di depan kantor pemasaran perumahan tersebut, Sabtu 10/12 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Puluhan warga Sentul City berunjuk rasa di depan Marketing Office Sentul City pada hari Sabtu, 10 Desember 2016. Dari spanduk-spanduk yang terbentang, terlihat keluhan mereka berkaitan dengan air minum. Salah satu tuntutan warga melalui orasi pada demo tersebut adalah tentang izin penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan pemutusan aliran air ke beberapa warga.

“Kami sedang melakukan banyak pembangunan dan perbaikan pelayanan kepada warga, banyak hal yang sedang kami benahi, mulai dari percepatan pembangunan agar serah terima unit segera terealisasi oleh Sentul City, hingga peningkatan pelayanan kepada warga oleh SGC. Mengenai air minum, Sentul City sedang mengajukan ijin SPAM untuk menjamin keberlanjutan pasokan air karena PDAM Kabupaten belum mampu menjangkau Sentul City,” tutur Budi Purwanto, Corporate Communication PT Sentul City, Tbk.

Menurut Budi, SGC (PT Sukaputra Graha Cemerlang –red) sebagai pengelola kota yang ditunjuk oleh Sentul City sedang banyak berbenah. Hal ini dilakukan dengan beberapa kegiatan, antara lain perbaikan jalan, fogging untuk pemberantasan nyamuk penyebab demam berdarah, dan razia binatang liar.

Kawasan Sentul City memunyai Ruang Terbuka Hijau lebih dari 60%, terletak di kaki Gunung Pancar, memiliki ketinggian rata-rata diatas 200m dpl dengan kontur berbukit. Ketika melewati jalan utama, terlihat jajaran pohon rindang di kanan-kiri jalan sehingga menyamarkan bangunan rumah-rumah megah di dalam cluster.

Di jalan utama area bisnis bisa terlihat banyak aktivitas pembangunan, mulai dari Kampus Universitas Trisakti, AEON Mall, Kondotel, Apartemen, dan pusat bisnis. Menurut Budi, hal ini menjadi tantangan Sentul City untuk selalu menjamin kualitas hidup warganya karena Sentul City akan berkembang pesat, ditambah akan dibangunnya stasiun LRT atau Light Rail Transit yang akan menghubungkan Jakarta dengan kota-kota di sekitarnya.

Menanggapi unjuk rasa oleh warga tentang pemutusan air, Budi menjelaskan selalu mencoba berdialog dan mencari solusi untuk kebaikan bersama. “Surat dari camat menguatkan surat dari Bupati, menegaskan untuk mencari solusi bersama. Kami sangat hargai, mengenai masih adanya pemutusan air, sudah kami cek hanya dilakukan bagi warga yang menunggak tagihan tiga bulan atau lebih, itu sebagai bentuk keadilan bahwa semua warga yang tinggal di Sentul City bersama-sama dengan pengelola dan pengembang untuk memelihara lingkungannya,” pungkasnya.(Hendra,TDS)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*