Irjen (Purn) Eddy Kusuma Klarifikasi Soal Ormas “Forum Bhayangkara Indonesia”

Logo Forum Bhayangkara Indonesia (FBI)
Logo Forum Bhayangkara Indonesia (FBI)

JAKARTA (KM) – Hiruk pikuknya persoalan yang sedang dihadapi Indonesia dan berbagai kejadian yang melanda negeri ini mulai dari persoalan SARA, dugaan makar, aksi demo dan OTT kasus korupsi, dengan setiap persoalan sangat menyita waktu, menuntut aparat penegak hukum untuk lebih profesional lagi dalam menghadapi segala bentuk ancaman dan isu-isu yang akan memecah belah bangsa Indonesia.

Dalam negara yang berdemokrasi, pantaslah muncul beberapa organisasi-organisasi kemasyarakatan dengan lambang dan nama yang berbeda-beda, diantaranya yang bertujuan untuk mengawasi atau mendukung aparat penegak hukum, salah satunya ormas Forum Bayangkara Indonesia (FBI), yang berdiri pada tanggal 11 Mei 2014 lalu yang sudah berkembang di semua provinsi di seluruh Indonesia, yang dipimpin oleh Budayawan DR. R. Renny Mursantio AS, MBA.

Keberadaan ormas FBI ini mencuat ke permukaan belakangan ini, dan masih hangat diperbincangkan di media sosial, setelah munculnya foto dari dokumen yang menerangkan adanya seorang warga negara Tiongkok yang menjadi liason officer (LO) yang di kenal penghubung FBI, untuk perusahaan-perusahaan Tiongkok di Indonesia.

KM pun menelusurinya lebih jauh dengan meminta keterangan dari Irjen (Purn) Eddy Kusuma Wijaya yang diketahui selaku anggota dewan pembina di ormas Forum Bayangkara Indonesia (FBI) ini.

Pada kesempatan itu Eddy membantah apa yang berkembang di medsos dengan dugaan bahwa FBI merupakan wadah untuk menampung warga negara Tiongkok. “Itu tidak benar,” tegas anggota DPR-RI ini, Sabtu 16/12.

Lebih lanjut Eddy memaparkan, “awal dibentuknya ormas yang bernama Forum Bayangkara Indonesia (FBI) ini berawal dari hasil diskusi dengan budayawan bapak Dr. Renny Marsantio,” sambungnya.

“Nah dari hasil diskusi itulah, kami bentuk Ormas yang bernama Forum Bayangkara Indonesia (FBI), karena pada saat Pilpres yang lalu, kami melihat dua kelompok besar terpecah, antara pendukung bapak Joko Widodo dan pendukung bapak Prabowo Subianto,” ucap Eddy.

Masih kata Eddy, “lalu kemudian ormas yang bernama FBI ini dideklarasikan pada tanggal 19 April 2014 di Universitas Merdeka Surabaya.

Adapun beberapa anggota pendiri di antaranya adalah Irjen Pol (P) Andi Masmiyat, Irjen Pol (P) Eddy Kusuma Wijaya, Marsda TNI (Pur) Anwar Sanusi dan Mayjen TNI (Pur) M. Iskandar.  Tujuh orang pendiri lainnya yakni Dr. R. Renny Mursantio, Rudiono Tanoto, Soemantono Aji, Hari Wicahyono, Suryadi, Radin dan Kombes Pol (Pur) H. Darul Ulum.

Lebih lanjut Eddy menambahkan, “kalaupun ada berita-berita yang beredar di medsos, seperti penambahan anggota, saya rasa itu tidak benar, karena kondisi ormas FBI saat ini boleh dikatakan vakum, karena belum adanya penggantian Ketua Umum setelah meninggalnya bapak Dr. R. Renny sekitar tiga bulan yang lalu, karena untuk pengangkatan ketum, harus diadakan Musbeslub, sementara biayanya cukup besar, dan belum ada donatur yang mau jadi sponsor,” ujar Eddy .

Lebih jauh menurut Eddy, konsep dari pada ormas FBI ini “cukup bagus.”

“Karena intinya adalah menyatukan dan mempersatukan NKRI, di samping itu, seperti apa yang telah dilakukan Patih Gajah Mada terdahulu, yang sanggup menyatukan Nusantara,” kata politisi PDIP ini.

“[Juga] ormas yang bernama Forum Bayangkara Indonesia (FBI) ini, tidak ada kaitannya dengan ‘Federal Bureau Of Investigation’ yang dikenal dengan FBI Amerika,” cetus Eddy .

Ia menambahkan ormas ini sifatnya umum, siapa saja boleh jadi anggota dan harus berjiwa semangat persatuan berazaskan Pancasila, dan mencontoh kesatrya Bayangkara pada zaman Majapahit, yaitu Patih Gajah Mada.

“Jadi, ormas ini adalah wadah komunikasi rakyat, siapapun bisa jadi anggota,” tegas Eddy, sambil tersenyum.

Adapun isu-isu yang berkembang di sosmed, bahwa ormas FBI ini sebagai wadah Cinaisasi,  itu tidak benar,” tegas Eddy.

Ormas FBI ini di bentuk adalah untuk mempersatukan bangsa dari seluruh nusantara, yang bersifat kerakyatan, bersatu dalam satu kesatuan berazaskan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika,dan menolak paham-paham kolonialisme, feodalisme, imperalisme, Ateisme, dalam segala bentuk,” papar Eddy bersemangat.

Eddy menambahkan, dalam ormas FBI ini, pihaknya juga telah mulai membuat film yang menceritakan tentang kisah Kesatrian kerajaan Majapahit Patih Gajah Mada, akan tetapi berjalan sekitar 70% terhenti dikarenakan Dr.R. Renny meninggal dunia, bahkan majalah pun kami buat dan beberapa bisnis, seperti penghubung, pengawalan, driver, untuk di salurkan ke perusahaan-perusahaan Tiongkok, Korea dan Taiwan. “Jadi intinya FBI ini bisa juga beberapa anggotanya disalurkan seperti yang saya sebutkan di atas,namun sampai saat ini terhenti karena  ketumnya meninggal,” tegas Eddy .

Lebih lanjut Eddy mengatakan, mengenai isu yang berkembang di medsos tersebut, mungkin ada pihak-pihak yang ingin menjadi ketum, atau mungkin ada pihak-pihak yang sengaja ingin menjatuhkan ormas Forum Bayangkara Indonesia (FBI) ini, tutup Eddy. (Indra Falmigo)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*