Warga dan Ormas Adakan Tablig Akbar di Kuningan Timur, Dukungan Pemerintah Minim

Acara Tablig Akbar di RT11/1 Kuningan Timur, Jakarta Selatan (dok. Rully/KM)
Acara Tablig Akbar di RT11/1 Kuningan Timur, Jakarta Selatan (dok. Rully/KM)

JAKARTA (KM) – Malam hari yang awalnya mendung kelabu sontak berubah menjadi “cerah” ketika terdengar lantunan ayat-ayat suci Al Quran dan takbir dikumandangkan.

Begitulah suasananya ketika sejumlah mubalig, kiai, ustad dan warga masyarakat meramaikan acara tabligh akbar yang diselenggarakan oleh remaja RT.011 RW.001 kelurahan Kuningan Timur kecamatan Mampang Jakarta Selatan pada Sabtu malam 19/11, berkolaborasi dengan ormas setempat. Remaja 11/1, Forkabi dan Pemuda Pancasila, yang membentuk “3 Pilar”, kali ini mengangkat tema “Berbagi meraih  keberkahan Allah SWT”.

Kegiatan tablig akbar ini selain di isi dengan siraman rohani, panitia juga menyantuni sekitar 150 anak yatim dan kaum dhuafa.

Saat awak media KM menyambangi salah satu warga peserta tablig akbar, ia menjelaskan bahwa tablig akbar kali ini “berlangsung sangat meriah, walaupun hanya didukung 3 Pilar”.

“Pihak kelurahan Kuningan Barat serta kecamatan Mampang Prapatan, dalam hal ini dukungan mereka (Pemda) hanya sebatas dukungan moril saja tidak lebih, kalo dari pihak Walikota Jakarta Selatan tidak ada kepedulian dan perhatiannya sama sekali,” tutur HM, salah satu warga peserta.

Ketika wartawan KM menemui Ketua RT 011/001, Nachrowi, yang akrab disapa Bang Awi, ia mengatakan, “warga masyarakat disini pada kreatif dalam kegiatan positif, khususnya 3 Pilar itu, mereka semua pada kompak, bahu-membahu tanpa kenal lelah bekerja gotong royong tanpa pamrih, guna terselenggaranya acara ini,” katanya.

“Sumber dana yang kami dapatkan dari berbagai pihak kalangan masyarakat setempat, baik dari sumbangan sukarela masyarakat yang hilir mudik di pinggir jalan Gatot Subroto, maupun dari sumbangan warga yang notabene warga setempat. Kalau dari pihak PEMDA Jakarta Selatan, sudah 3 tahun kegiatan menyantuni anak yatim dan kaum dhuafa ini berlangsung, tidak ada satupun yang peduli dengan kegiatan amal ini, mereka gak ngerti agama atau gak kenal agama kali ya,” tuding Awi.

Pernyataan Bang Awi itu diamini salah satu panitia tablig akbar ini, Mela. “Memang semua urusan kegiatan ini, dari A-Z semua kami pikul sendirian dari tahun ke tahun tidak ada tuh uluran tangan dari pemerintah setempat, biarlah semua ini kami tanggung sendiri, Tuhan tidak tidur. Allah SWT mengetahui segala perbuatan manusia di dunia ini, maupun perbuatan baik dan buruknya, pasti Tuhan membalas amal perbuatan mahluknya,” tukas Mela. (Rully)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*