Unjuk Rasa “Aksi Bela Islam” Tarik Peserta dari Seluruh Indonesia

Beberapa peserta demo yang berjalan dari Kwitang (dok. KM)
Beberapa peserta demo yang berjalan dari Kwitang (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Orang-orang dari berbagai daerah di Indonesia turut serta dalam unjuk rasa ke Istana Kepresidenan menuntut tindakan tegas terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang diduga melakukan penistaan terhadap ayat kitab suci Al-Quran, Jumat 4/11.

Menurut pantauan, sejak Kamis (3/11) sore massa sudah berdatangan ke Masjid Al Riyadh di Kwitang, Jakarta Pusat.

Ketika wartawan KM menemui Babinsa kelurahan Kwitang Aiptu Muhammad Andrian, ia menerangkan bahwa pagi ini jumlah massa dari Masjid Kwitang sudah mencapai sekitar 3.000-an.

Lebih lanjut Aiptu Adrian mengatakan, ada beragam unsur kalangan masyarakat, orang tua dan muda, kebanyakan mengenakan baju koko putih dan sebagian mengenakan kupluk, berkerumun di dalam, luar, dan sekitar kawasan Masjid Al Riyadh. “Ada juga yang berkerumun di warung-warung makan serta di dekat bus-bus yang diparkir tak jauh dari kawasan itu. Hingga pukul 08.30 WIB ada 42 bus pariwisata, di antaranya berkode plat AG (Kediri), B (Jakarta) dan K (Pati), yang parkir di pinggir sungai di kawasan Kwitang dan Tugu Tani, serta sejumlah mobil pribadi dan dua minibus. Ini dari seluruh Nusantara,” tegas Andrian.

Ada pula yang dari luar pulau Jawa seperti Makassar, Kalimantan, dan Bali. “Awalnya kami perkirakan sekitar 1.500an yang mulai dari sini, ternyata ada tumpahan dari Istiqlal, jadi sekitar 3.000an sekarang,” tutur Aiptu Adrian.

“Orang-orang yang hendak berunjuk rasa datang dalam rombongan kecil dan besar, ada yang hanya datang bertiga, bersama 24 kawan, dan ada yang datang rombongan menggunakan bus,” tutup Aiptu Adrian.

Menurut Ketua Pengurus Masjid Al Riyadh, Nurdin Abdurrahman, orang-orang dari berbagai daerah sudah mulai berdatangan ke masjid sejak kemarin sore kemarin. “Mulai jam 17.00 WIB sudah pada datang. Masjid pada dasarnya kan rumah umat jadi kami tampung siapa saja yang ingin ke sini asal dalam koridor dan tetap menjaga kebersihan masjid,” tukasnya.

“Selain menyediakan tempat, kami kasih makanan dan minuman seadanya. Ada dua donatur yang kasih bantuan, salah satunya Habib Zainal Abidin Bin Aqil dari Condet, satunya warga sini yang tak mau disebutkan namanya,” tegas Nurdin.

Masih menurut Nurdin, jamaah majelis Habib Ali bin Abdurrahman Kwitang menurutnya, hari ini juga, akan ikut ambil bagian dalam kegiatan unjuk rasa tersebut. “Dari Kwitang ada 500 massa, rencananya setelah ziarah ke makam Habib Ali dan berdoa. Kami akan berangkat selepas shalat Jumat, kalau teman-teman yang lain agendanya kami kurang tahu, masing-masing ada koordinatornya,” katanya.

Lanjut PN “Tuntutan kami supremasi hukum ditegakkan, yang melanggar dan melakukan penistaan harus diproses hukum, karena negeri ini akan makmur kalau keadilan ditegakkan,” tegas Nurdin.

Selain di Masjid Al Riyadh, orang-orang berkumpul di beberapa titik di sekitar Tugu Tani dan di Jalan Jend. Sudirman, Jakarta. (Rully)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*