Tanjakan Paranji Rumpin Kerap Telan Korban Jiwa, Pemkab Bogor Tutup Mata

Warga Rumpin gotong royong melakukan perbaikan tanjakan Paranji (dok. Irfan/KM)
Warga Rumpin gotong royong melakukan perbaikan tanjakan Paranji (dok. Irfan/KM)
BOGOR (KM) – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas terhadap para pengguna jalan hingga menelan korban luka-luka maupun jiwa serta materi tidak luput dari faktor infrastruktur jalan yang rusak, seperti yang terjadi terhadap infrastruktur jalan menuju Kecamatan Ciampea dan Leuwiliang yang mengalami rusak parah.
Menurut warga, Pemerintah Kabupaten Bogor, dibawah kepemimpinan Nurhayanti selaku Bupati, seharusnya menyadari hal itu sehingga keselamatan warga, khususnya para pengendara, lebih dapat diperhatikan dan dijaga dengan infrastruktur jalan dalam kondisi baik.
Menyikapi hal tersebut, warga yang tinggal di lima desa di kecamatan Rumpin yakni  Desa Cibodas, Gobang, Cidokom, Mekarjaya dan Desa Leuwibatu, melakukan perbaikan jalan secara swadaya, dengan tujuan memberikan “cubitan” kepada Bupati yang kurang memberikan perhatian.
“Perbaikan jalan ini dikerjakan para masyarakat dan tokoh pemuda. Bukan hanya itu, juga jalan utama menuju Kecamatan Ciampea dan Leuwiliang ini sangat memprihatinkan dengan kondisi tanjakan yang curam dan rusak, yang kerap terjadi kecelakaan dan memakan korban jiwa,” ucap Rifki, warga Kampung Tegal Gede RT 004 RW 006.
Menurut Rifki, sekitar tiga pekan kemarin pernah terjadi kecelakaan sehingga memakan korban jiwa. Sejak tahun 2014 tercatat, sampai berita ini di turunkan, 5 korban meninggal, belum lagi kecelakaan patah tulang atau ringan. “Ini wajib menjadi catatan Bupati,” tegasnya.
“Selain tanjakan yang curam, kondisi jalan berlubang -lubang, sehingga para pengendara kerap jatuh dan dihajar kendaraan dari atas, maupun sebaliknya,” tutur Rifki.
Selain itu, kata dia, akses  infrastruktur jalan yang dibenahi oleh warga hasil swadaya sebagai akses penghubung menuju beberapa Kecamatan di Wilayah Barat Kabupaten Bogor sekaligus menjadi gerbang menuju ke Pemerintahan Kecamatan Rumpin.
“Dana Pembangunan berasal dari sumbangan para supir yang melintas dan antusias warga yang tergerak hatinya, kalau bukan kita siapa lagi, sedangkan di satu sisi pemerintah kabupaten Bogor tutup mata,” tutup Rifki. (Irfan Damar Sinaga)
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*