KOBUTI, APRI dan Tokoh Masyarakat Ciguha Santuni Puluhan Yatim, Miskin dan Jompo

Pemberian santunan kepada warga fakir miskin di kampung Ciguha, Nanggung, Bogor (dok. KM)
Pemberian santunan kepada warga fakir miskin di kampung Ciguha, Nanggung, Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Koperasi Bumi Pertiwi (KOBUTI) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia(APRI) Kabupaten Bogor bersama tokoh masyarakat Kampung Ciguha, desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, memberikan santunan kepada puluhan anak yatim piatu, faqir miskin dan orang jompo.

“Sekarang ini sedang ada shodakoh dari tokoh masyarakat Kampung Ciguha bersama DPC APRI kabupaten Bogor,” ujar Ketua Rw 012, Kampung Ciguha, Ading, Rabu (16/11).

Terpisah anggota bendahara umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APRI, Willy Suhendi, menyatakan bahwa bentuk dari kewajiban yang sudah terealisasi dari APRI dan tokoh masyarakat Kampung Ciguha, adalah pemberian yang sudah di wajibkan oleh agama untuk kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Sebagian masyarakat yang berhak menerima sebagian harta dari hasil usaha, hablum minal alam untuk dilanjutkan kepada hablum minannas atas perintah Allah,” kata Willy.

Ditambahkan Willy, bahwa peran serta APRI dan Koperasi Bumi Pertiwi dengan tokoh masyarakat kampung Ciguha bertujuan untuk menanamkan rasa cinta dan menjaga hubungan baik kepada sesama.

“Saya atas nama APRI dan Kobuti ingin mengajak sekaligus membuka wawasan kepada masyarakat, bahwa kita berpijak di atas bumi pertiwi, maka kita harus mencintai dan menyayangi negara yang kita diami yang tergabung dalam Kesatuan Republik Indonesia, oleh karena itu saya mengajak kepada dermawan untuk memberikan santunan dalam bentuk berbagi kasih kepada sesama,” beber Direktur Kobuti ini.

Advertisement

Senada dengan Willy, tokoh masyarakat Kampung Ciguha, Syaripudin, menyatakan apresiasinya kepada APRI dan donatur yang telah mau mendorong rasa berbagi kepada sesama.

“Saya mengucapkan beribu terima kasih kepada tim yang tergabung dalam pengurus shodakoh jariah, untuk fakir miskin, jompo dan anak yatim, bersama APRI dan Kobuti karena sekarang dan semoga kedepannya sudah ada pengurus yang jelas,” kata Syaripudin.

Menurut Haji Tinggal, sapaan akrabnya, menoleh ke belakang, belum ada kegiatan yang tersusun seperti yang dilakukan oleh APRI dan KOBUTI.

“Alhamdulillah kalau dari Pemerintah Desa dan PT Aneka Tambang (ANTAM) yang berdekatan di lingkungan ini saya belum merasakan hal seperti ini, juga belum ada kegiatan berupa bantuan kepada anak yatim, jompo seperti ini di kampung Ciguha, kalau dulu pembagian seperti ini berjalan sendiri enggak terkoordinir seperti sekarang ini, dan kepengurusannya pun gak jelas,” tuturnya.

“Saya berharap kegiatan ini bisa meluas tidak hanya di kampung Ciguha saja, tapi juga keluar karena kami ingin rukun kepada masyarakat dan bersinergi, jangan sampai ada politik adu domba yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan,” harapnya. (Tri)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*