Blanko Kosong, Disdukcapil Kabupaten Bogor Salahkan Kemendagri

Kadisdukcapil Kab. Bogor, R. Oetje Subagdja (dok. Irfan/KM)
Kadisdukcapil Kab. Bogor, R. Oetje Subagdja (dok. Irfan/KM)

BOGOR (KM) – Blanko sebagai bahan utama pencetakan E-KTP, hingga saat ini belum kunjung tiba, mengakibatkan ribuan masyarakat kabupaten Bogor harus mengelus dada, karena tidak memperoleh identitas kependudukan itu.

Menurut Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor, tanggung jawab atas kekosongan blanko E-KTP tidak terletak pada pihaknya, tapi kepada pemerintah pusat.

“Kemendagri (Kementrian Dalam Negeri) melalui Direktur Jendral kependudukan harus tanggung jawab harusnya. Bulan November sudah tersedia ternyata disana terjadi kegagalan lelang, kemungkinan akan dilakukan proses lelang blangko setelah Desember tahun 2017,” tegas R. Oetje Subagdja, saat di temui di sela-sela agenda kunjungan Bupati Kabupaten Bogor, Rebo keliling, di Sekolah Almadinah, kecamatan Cibinong Rabu (16/11/2016).

Ia menjelaskan bahwa merujuk UU 24 tahun 2013, pengadaannya dari pusat sehingga pihaknya hanya bisa mencetak ketika blangko sudah tersedia dan permasalahan tidak hanya di kabupaten Bogor tapi nasional karena surat itu ditujukan kepada seluruh kantor Disdukcapil seluruh Indonesia.

“Saya juga dari dinas kependudukan inginnya cepat dan dapat E-KTP, tapi kenyataannya kita nggak bisa nyetak sendiri kan, nah berdasarkan UU tadi harus menunggu dari pusat. Saya juga ingin pekerjaan saya cepat selesai, karena itu identitas yang harus dimiliki masyarakat yang sudah berumur 17 tahun,” jelasnya.

“Saya minta bagi masyarakat yang belum memiliki KTP, ikut aja melakukan perekaman nanti setelah direkam akan mendapat surat keterangan rekam, dan itu bisa diperoleh di kecamatan dengan sistem online, nanti surat keterangan itu ada NIK ya,” pungkasnya. (Irfan Damar Sinaga)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*