UPT Pendidikan Cimanggis Rumuskan LKS Buatan Sendiri

Para kepsek SDN Cimanggis bersama beberapa guru bersiap menjawab tudingan AMDB di halaman UPT Pendidikan Cimanggis (dok. KM)
Para kepsek SDN se cimanggis bersama Beberapa guru Siap menjawab Tudingan AMDB di halaman Upt cimanggis

DEPOK (KM) – Setelah sempat ramai soal tuduhan penjualan LKS oleh sejumlah sekolah di Depok, khususnya di kecamatan Cimanggis, mantan kepala UPT Pendidikan Cimanggis, yang kini menjabat serupa di UPT Pendidikan Pancoran Mas, Ardanih, memberikan klarifikasi.

Sebelumnya, UPT Pendidikan Cimanggis mendapat ancaman dari sebuah ormas yang menuduh para kepsek menjual lembar kerja siswa (LKS) kepada siswanya. Namun ancaman tersebut tidak menjadi kenyataan. Sementara itu, para kepsek menandatangani peryataan bahwa mereka tidak menjual LKS.

“Saya melihat para rekan-rekan kepsek Cimanggis mereka faham betul dari Permendiknas No 2 tahun 2008 Pasal 11, [Sekolah dilarang bertindak sebagai distributor dan pengecer buku kepada peserta didik –red] makanya mereka tidak akan lakukan itu. Makanya mereka siap untuk buat pernyataan diatas materai. Terlalu konyol jika itu mereka lakukan. Sayapun terus tidak bosan-bosannya untuk mengingatkan kepada semua Kepsek SD untuk tidak lakukan yang jelas melanggar aturan yang berlaku. Bahkan saat K3S Cimanggis Yosafat Sujana menelepon tentang hal ancaman tersebut, saya hanya katakan pada K3S Cimanggis hadapi pak, kalau memang K3S dengan kawan-kawan kepsek Cimanggis tidak lakukan hal itu,” terang Ardanih.

Senada dengan Ardanih, Lurah Tugu Saiful Hidayat, yang pernah menjadi guru di wilayah Cimanggis, berpendapat, “Saya memandang LKS tidak dilarang sejatinya karena itu adalah tugas penunjang untuk para siswa. Namun ingat LKS yang seperti apa yang boleh beredar? Ya tentunya LKS yang harus dibuat oleh kelompok kerja guru [KKG]. Sudah dipastikan tidak akan keluar dari RPP [Rencana Pelaksanaan Pembelajaran]. Kalau itu bisa dilakukan dan dirumuskan oleh KKG yang ada melalui ketua gugusnya masing-masing, saya yakin kinerja KKG akan maksimal dan ketika UKG [Uji Kompetensi Guru] akan dapatkan hasil yang diatas standar yang ditentukan. Nah saya melihat LKS yang saat ini beredar adalah LKS bukan hasil terbitan KKG alias LKS hasil terbitan percetakan luar. Yang juga bisa dipastikan keluar dari RPP yang seharusnya dibuat oleh masing-masing guru. Di satu sisi, pasti membuat tumpul kinerja KKG yang ada. Jadi inilah bahaya laten jika menggunakan LKS dari terbitan penerbit luaran sana,”tegas Saiful.

Saat Saiful mengatakan hal tersebut di hadapan ketua PGRI Cimanggis Endang, K3S Cimanggis Yosafat Sujana, Endang Wahyudi dan ketua gugus Eva Eriva sambil obrolan santai di kantor UPT Pendidikan Cimanggis Selasa 25/10, sontak mereka yang ada dalam diskusi ringan tersebut mengatakan, “Kalau gitu pasti kita siap untuk memaksimalkan KKG di Cimanggis ini hingga kita gak perlu repot pake LKS dari penerbit luar. Namun terkadang oknum-oknum LSM yang ada malah maksa-maksa untuk kita jualan LKS dari barang mereka itu sendiri. Itulah jadinya, maling teriak maling,” seloroh salah satu guru. (Gie)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*