Tuding Kapitalis, Aktivis Tuntut Dirut PD. Pasar Pakuan Jaya Mundur

BOGOR (KM) – Sejumlah aktivis yang mengatasnamakan “Bogor Raya Centre” dan GMNI berunjuk rasa di depan kantor PD. Pasar Pakuan Jaya, Jl. Pajajaran, Rabu 26/10, menuntut agar Dirut PD Pasar Pakuan Jaya segera mengundurkan diri karena dituding bertindak “kapitalis”.

Menurut aktivis, wacana Walikota Bogor Bima Arya dengan jargonnya “Kota Bogor not for Sale” (Kota Bogor tidak dijual) hanyalah “omong kosong” jika pasar tradisional yang menjadi hajat hidup orang banyak diswastakan dengan modus “beauty contest”.

Beauty contest Blok F Pasar Kebon Kembang pernah mengalami kegagalan akibat pimpinan PD Pasar yang tidak profesional, namun produk gagal tersebut kini dipaksakan dengan proses lucu-lucuan, bagai dagelan. Hal ini membuktikan bahwa pihak PD PPJ telah melanggar aturan yang dibuat nya sendiri, dimana peserta seluruhnya tidak memenuhi syarat seharusnya gugur dan beauty contest batal demi hukum, namun tetap diberi kesempatan,” kata anggota Presidium GMNI, Desta Lesmana yang turut berorasi pada unjuk rasa tersebut.

Menurutnya, beauty contest Blok F Pasar Kebon Kembang adalah wujud kapitalisme-liberalisme ekonomi yang berpotensi praktik KKN, karena tidak ada transparansi. “Bahkan beauty contest Blok F Pasar Kebon Kembang juga tidak memiliki dasar hukum yang jelas, dan melanggar Pasal 22 Undang-undang No 5 tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli,” lanjutnya.

Adapun dalam pernyataan sikap Bogor Raya Centre (BARAC), organisasi tersebut mengajukan sejumlah tuntutan:
1. Menolak privatisasi, kapitalisasi dan liberalisasi pasar tradisional dengan modus “beauty contest”.
2. Seluruh peserta lelang punya track record buruk, tidak sesuai persyaratan yang dibuat PD PPJ, namun beauty contest tetap dilanjutkan, oleh sebab itu penegak hukum harus menindak lanjuti masalah ini.
3. Menuntut agar Walikota Bogor segera membatalkan beauty contest revitalisasi Blok F Pasar Kebon Kembang karena merugikan masyarakat dan tidak mempunyai dasar hukum yang kuat.
4. Menuntut agar direksi PD Pasar Pakuan Jaya kota Bogor segera diberhentikan karena tidak profesional, melakukan privatisasi, liberalisasi dan kapitalisasi pasar tradisional, dan menghianati rakyat.

Desta memaparkan, nilai rata-rata pendapatan (proyeksi) di tahun 2016 sebesar Rp. 832.343.788, sedangkan nilai total aset di tahun 2016 sebesar Rp. 256.756.732.240,-
“Maka hingga kini atas dasar perhitungan cepat, nilai ROA [return on assets, salah satu angka penilaian keuntungan –red] PD. PPJ sebesar nilai pendapatan Rp 832.343.788 = 0,00324176 atau yang di maksud 3 / 1000 dari nilai total aset Rp 256.756.732.240,-”

“Nilai ROA PD. PPJ di bawah 1%, atau menurut surat ketetapan BI No.23/67/KEP/DIR nilai batas minimal ROA adalah 1%. Jika nilai ROA berada di bawah 1% maka perusahaan berada di zona tidak aman. Dengan itu kinerja DIRUT PD.PPJ dipertanyakan.

Menurtu Desta, dari anggaran untuk pasar sebesar Rp 32.500.000.000,-  tersisa Rp 12.500.000.000,- . “Jadi masih ada 12 milyaran lagi. Maka dana tersebut bisa untuk memperbaiki bangunan dengan menambah ruang parkir dan space tambahan untuk bongkar muat, bukan untuk membangun yang baru,” ungkap Desta. (budi/jamil)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*