Polisi, Satpol PP, Banser NU dan ANAS GETOL Amankan Peringatan Asyura di Kota Bogor

Anggota kepolisian, Banser NU dan ANAS Getol turut mengamankan peringatan Asyura oleh penganut Islam Syiah di Cibalagung, kota bogor (dok. KM)
Anggota kepolisian, Banser NU dan ANAS Getol turut mengamankan peringatan Asyura oleh penganut Islam Syiah di Cibalagung, kota bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Setelah menjadi sumber kontroversi tahun lalu yang berakhir pada pencabutan Surat Edaran Himbauan Pelarangan Perayaan Asyura oleh Walikota bogor, Bima Arya, tahun ini perayaan Asyura oleh sejumlah penganut Islam Syiah di Kota Bogor berlangsung khidmat dengan pengamanan dari aparat kepolisian Kota Bogor dan Satpol PP Kota Bogor yang dibantu juga oleh anggota Banser NU dan elemen-elemen dari Aliansi Nasionalis Gerakan Toleransi (ANAS-GETOL).

Pengamanan acara duka peringatan terbunuhnya cucu Nabi Muhammad tersebut mendapatkan apresiasi dari GMNI Bogor Raya, yang diungkapkan oleh ketua GMNI Bogor Raya Desta Lesmana kepada KM pada Kamis 13/10. “GMNI mengapresiasi aparat kepolisian Bogor Kota dan Satpol PP Kota Bogor  dalam memberikan pengamanan peringatan Asyura yang dilakukan pengikut Syiah, pada hari Rabu kemarin 12/10,” kata Desta.

“Langkah pengamanan tersebut merupakan bentuk pengawalan dan perlindungan negara terhadap hak kebebasan menjalankan keyakinan bagi seluruh rakyat Indonesia yang sudah tertuang dalam UUD 45,” lanjutnya.

Advertisement

Ia menerangkan, langkah ekstra tersebut merupakan antisipasi setelah upaya sejumlah massa untuk membubarkan kegiatan malam Asyura pada malam sebelumnya. “Namun [upaya tersebut] berhasil digagalkan,” sambung Desta.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun oleh KM, puluhan anggota atau simpatisan ormas Islam berkumpul di depan Jl. Siti Hasanah, Cibalagung, Kota Bogor pada Selasa malam 11/10 dan berupaya membubarkan peringatan malam Asyura yang diadakan di Majlis Rasulul A’dzham yang berlokasi di Jl. Siti Hasanah, Cibalagung, namun upaya tersebut digagalkan oleh aparat kepolisian dan anggota Banser NU yang turut berjaga-jaga pada malam itu. Acara tersebut pun berjalan hingga selesai dan massa membubarkan diri tanpa insiden.

“GMNI berharap kejadian pelarangan tersebut yang terakhir di Bogor khususnya, dan di Indonesia umumnya. Seluruh elemen harus mampu menjaga kerukunan SARA,” pungkas Desta. (Hero/HJA)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*