PKB Rayakan HUT ke-17 di Gedung DPR-RI, Cak Imin: “Tugas PKB Kembalikan Kepercayaan Masyarakat Kepada DPR”

Tokoh-tokoh PKB berfoto saat perayaan HUT ke-17 Fraksi PKB di gedung DPR-RI, Jakarta 12/10 (dok. Indra/KM)
Tokoh-tokoh PKB berfoto saat perayaan HUT ke-17 Fraksi PKB di gedung DPR-RI, Jakarta 12/10 (dok. Indra/KM)

JAKARTA (KM) – Dalam rangka memperingati HUT ke-17 Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa di DPR-RI menggelar resepsi dengan mengusung tema “Istiqomah Membela Rakyat”.

Turut menghadirinya tampak sejumlah tokoh PKB seperti Alwi Shihab, Menpora Imam Nahrowi dan beberapa anggota DPR RI dari fraksi PKB, Rabu 12 Oktober 2016 di Gedung Nusantara 2 DPR RI .

Dalam pidatonya, ketua umum PKB Muhaimin Iskandar mengungkapkan apresiasinya terhadap para anggota dan kader PKB yang mendorong partai itu sehingga “berkiprah dengan nyata bagi kepentingan Negara, masyarakat dan Bangsa yang kita cintai ini.”

“Sejak Fraksi ini lahir pada tahun 1999, pemilu yang pertama, kita telah memberi peran dan konstribusi. Pasang surut pasti ada, kebanggaan serta keprihatinan menyelimuti 17 tahun perjalanan PKB,” ucap Cak Imin.

“Tugas fraksi PKB mengembalikan kecintaan rakyat kepada DPR-RI yang diharapkan bisa menjawab tantangan, aspirasi dan kegalauan masyarakat tentang masa depan Bangsa ini. Oleh karena itu, tema membela rakyat harus lebih turun lagi, lebih konkret lagi, yaitu menjadikan DPR sebagai tempat mengeluh dan mendapatkan pertolongan, DPR tempat rakyat mengadu dan mendapatkan jawaban, dan DPR media efektif bagi rakyat untuk mendapatkan pertolongan,” lanjutnya.

“Itulah harapan yang saya tangkap dari seluruh nusantara kepada fraksi PKB untuk menjadi motor dan perubahan lembaga legislatif yang kita banggakan ini,” tegasnya.

Advertisement

Ia menambahkan ada tiga persoalan yang menjadi tantangan dan harus di selesaikan, yaitu pengangguran yang menurutnya adalah “ancaman terbesar” yang akan menciptakan kesenjangan menjadi semakin tinggi, lalu masalah ekonomi dimana daya beli dan inflasi yang semakin tinggi yang menjadikan daya beli bagi masyarakat menjadi semakin berat, dan masalah sosial yang terus silih berganti dan terus berkembang, yang membutuhkan semua kader PKB “bersinergi dan fraksi PKB harus all out benar.”

“[Harus] benar-benar bekerja total bukan normatif lagi, karena sebetulnya perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata, maka PKB dan fraksi PKB adalah alat perjuangan membuktikan kata-kata menjadi nyata,” tutupnya.

Di tempat terpisah wartawan KM menanyakan sikap PKB tentang kasus pungli dan OTT di Kemenhub, serta kontroversi pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Ahok. “Kita sangat menghargai permintaan maafnya, dan kepada Pak Ahok, jangan membuat statement-statement yang meresahkan masyarakat dan kepada pihak-pihak yang terkait agar menahan diri jangan sampai menimbulkan isu SARA, tapi untuk proses hukumnya tentunya bergantung pada pihak kepolisian.”

“Terkait OTT, sebagai langkah awal penanganan pungli, dan kelambanan pelayanan masyarakat , langkah ini harus kita dukung terus, sehingga pelayanan pada masyarakat menjadi semakin baik, kepolisian harus menjadi motor untuk pelayanan publik sebaik-baiknya,” tutupnya. (Indra Falmigo)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*