Menag dan Ketum PBNU Desak Polri Bertindak Cepat Atas Laporan Dugaan Penistaan Agama oleh Ahok

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin (stock)
Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin (stock)

JAKARTA (KM) – Banyaknya surat laporan dari ormas dan LSM yang kepada pihak kepolisian tentang dugaan penistaan agama oleh Guberbur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari berbagai daerah masih belum ditindaklanjuti. Bareskrim Polri masih terus menelusuri tempat kejadian perkara supaya dapat bukti yang kuat tentang hal ini.

“Kami mengunjungi pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, mendatangi saksi-saksi dari pihak kelurahan hingga warga yang hadir dalam acara itu, mohon masyarakat bersabar,” tegas Kabareskrim Komjen Ari Dono.

Lebih Lanjut Komjend Ari Dono menyatakan pihaknya mendapat keterangan bahwa video yang tersebar media sosial dari durasi yang 1 jam lebih dengan durasi 31 detik tidak berbeda.

Sementara itu, saat jumpa pers di Jakarta 17/10/2016, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta agar Polri bertindak cepat, “jangan sampai menimbulkan bibit keresahan di masyarakat.”

Senada dengan hal itu, ketua umum PBNU Said Aqil Siradj juga mengatakan agar polisi bertindak tegas. “Polisi harus segera tangkap Ahok, saya mengkhawatirkan NKRI bisa pecah gara-gara seorang Ahok,” katanya.

Di tempat terpisah, ia juga menghimbau agar “jangan sampai persoalan ini berlarut-larut,” tegas Said Aqil Siradj saat mendatangi Mabes Polri Senin 17/10/2016 lalu.

Terkait polemik ini, mantan calon gubernur DKI Jakarta Yusril Ihza Mahendra juga mengatakan bahwa bukan tidak ada ruang bagi Polri untuk menahan calon gubernur. “Memang seharusnya Polri dapat bersikap arif dalam hal ini. Undang-undang acara pidana sudah cukup jelas untuk menyeret siapapun dalam hal penistaan agama. Adanya penangguhan hukum untuk cagub dan cawagub yang jadi pegangan Polri hanya surat edaran di era kepemimpinan [mantan Kapolri] Badrodin Haiti,” katanya,

“Yang tidak bisa ditahan hanya cagub dan cawagub, Sedangkan Ahok baru bakal calon, jadi masih bisa melakukan tindak penahanan tersangka,” ujarnya. (jack-rully)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*