Legislator Minta Media Awasi Distribusi Beras Bulog

Anggota KOmisi 4 DPR-RI dari Fraksi Partai Nasdem, Hamdani (dok. KM)
Anggota Komisi 4 DPR-RI dari Fraksi Partai Nasdem, Hamdani (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Dalam kehidupan masyarakat kita, yang menjadi penting dan pokok salah satunya adalah beras, yang menjadi konsumsi sehari-hari bagi mayoritas warga Indonesia.

“Kalau kita bicara masalah beras, tentunya tidak lepas dari peran petani. Di sinilah peran Bulog untuk membina dan bersinergi, agar jangan sampai para petani ini beralih pada spekulan- spekulan yang hanya memanfaatkan para petani ini,” jelas anggota Komisi 4 DPR-RI, Hamdani sebelum memasuki ruang rapat, Kamis 20/10.

Menurut politis Partai Nasdem itu, yang terpenting Bulog harus bisa mengontrol ketika beras masuk sudah diterima, dan harus dikontrol agar beras itu tidak berubah warna atau banyak kutu ketika diterima oleh masyarakat.

Saat ditanya oleh wartawan KM terkait adanya indikasi permainan di tingkat bawah seperti beras raskin di tingkat kelurahan di berbagai daerah, ia menjelaskan bahwa memang ada upaya-upaya seperti itu dan berharap agar media mengawasi proses distribusinya.

“Yang tadinya harga per kilonya Rp 1.300 sampai di bawah berubah, bahkan sampai Rp 1.600 atau 1.800. Makanya kita juga berharap kepada teman-teman media untuk bisa mengawasi dan melaporkan pada kami, kami akan minindaklanjutinya. Laporan-laporan inilah yang kami harapkan,” tegasnya.

Hamdani menambahkan, kalau selisih harganya Rp 100-200, itu masih wajar karena mungkin buat transportasi, tapi kalau selisihnya sampai Rp 500/600 itu tidak wajar. (indra falmigo)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*