Tabrak Pemotor, Pengemudi Transjakarta Dilaporkan ke Polisi

Bus Transjakarta jurusan Tugas-Grogol yang menabrak pemotor di bilangan Jalan Tugu Proklamasi (dok. Putra/KM)
Bus Transjakarta jurusan Tugas-Grogol yang menabrak pemotor di bilangan Jalan Tugu Proklamasi (dok. Putra/KM)

JAKARTA (KM) -Pada tanggal 29 Agustus 2016 lalu, motor merk Honda Beat Sporty bernopol B 3101 KWM milik Johny Rio Breznez, seorang wartawan media online, bertabrakan dengan sebuah bus PPD TransJakarta tujuan Tugas – Grogol dengan nomor polisi B7536 TGB, di simpang Jalan Tugu Proklamasi menuju ke Jalan Pangeran Diponegoro.

Menurut Johny saat dijumpai awak media, pengemudi PPD TransJakarta yang saat itu berada di luar area jalan TransJakarta, hendak menikung, dan hanya memperhatikan spion kanan tanpa melihat spion kiri, “sehingga badan Bus menabrak saya yang saat itu ada di sebelah kiri Bus TransJakarta.”

Menurut penuturan Johny, setelah tabrakan, pengemudi PPD TransJakarta menyalahkannya sambil marah-marah, menanyakan surat-surat. Setelah Johny menunjukan SIM C, STNK, serta menjukkan ID pers nya dan menjelaskan bahwa dirinya saat itu mengejar agenda peliputan, pengemudi yang diketahui bernama Waluyo, mengambil ID card tersebut lalu menempelkan ke muka Johny dan mengatakan, “jangan mentang-mentang wartawan jadi tidak mau disalahkan. Wartawan adalah pekerja profesi kebetulan saja yang ditabrak pekerjaannya korban adalah wartawan.”

Beruntung, dua orang petugas Polantas Unit Laka yang lewat berhenti di tempat kejadian perkara, dan kemudian meminta agar masalah diselesaikan di kantor atau secara kekeluargaan.

Akhirnya, Waluyo meminta kepada korban untuk menyelesaikan secara kekeluargaan (damai) dan sepakat membuat perjanjian, dengan isi perjanjian, bahwa Waluyo akan memperbaiki motor korban sesuai dengan kondisi kendaraan motor dalam keadaan baik kembali, yaitu kendaraan bisa hidup, bisa berjalan dan body mulus.

Advertisement

Waluyo yang berjanji mengembalikan motor Johny dalam tempo 1 minggu, sampai berita ini diturunkan belum dapat menepati janji kendaraan operasional wartawan tersebut diperbaiki dan dikembalikan sesuai kesepakatan.

Akhirnya, Minggu 11/9 Johny melaporkan hal tersebut ke Sat Laka Polda Metro Jaya yang di Pancoran, dan petugas menerima dan memberikan tanda terima tanda bukti penyitaan nomor TBP 599/34-M/IX/2016/DITLANTAS.

Saat melapor, Johny menjelaskan bahwa pengemudi PPD TransJakarta bernama Waluyo tidak ada niat baik untuk menepati janjinya, dan melakukan perampasan kartu pers, lalu menempelkan kartu pers tersebut ke mukanya, mengatakan “jangan mentang-mentang wartawan jadi tidak mau disalahkan.”

Menurut Johny, perbuatan tersebut termasuk pelecehan terhadap profesi wartawan.

Selanjutnya, Rabu 14 September 2016, Johny dibuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh penyidik yang bertugas bernama Budi di Lantai 2 Unit 4 Kantor Sat Laka Polda Metro Jaya di Pancoran sekitar pukul 11.30 WIB. Setelah membuat BAP Penyidik mengatakan kepada pelapor pihaknya akan memanggil pengurus dari PPD TransJakarta. (putra tobing)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*