Pol PP Rusak Trotoar Ketika Penertiban PKL, Warga Mengecam

Alat berat yang digunakan oleh Satpol PP Kab. Bogor dalam pembongkaran PKL rusak sebagian ruas trotoar di Jl. Raya Bogor (dok. Irfan/KM)
Alat berat yang digunakan oleh Satpol PP Kab. Bogor dalam pembongkaran PKL rusak sebagian ruas trotoar di Jl. Raya Bogor (dok. Irfan/KM)

BOGOR (KM) – Trotoar sebagai hak pejalan kaki harus terenggut ketika melintas di sepanjang Jalan Raya Bogor-Jakarta, tepatnya di kecamatan Sukaraja, pasalnya ratusan petugas Polisi Pamong Praja (Pol PP) dengan menggunakan kendaraan alat berat membuat lubang-lubang berdiameter cukup besar ketika melakukan penertiban lapak-lapak pedagang kaki lima pada Kamis 8/9.

Keadaan tersebut memancing emosi warga yang merasa dirugikan karena sudah tidak nyaman ketika melintas di trotoar sehingga memilih berjalan di sisi jalan raya, yang dapat membahayakan keselamatan.

Ningsih (20), seorang mahasiswi salah satu universitas di Jakarta yang berdomisili di kecamatan Sukaraja mengungkapkan kekecewaannya dengan langkah yang diambil petugas Pol PP itu.

“Trotoar tidak seharusnya ikut dirusak karena itu hak pejalan kaki,” kecamnya kepada media saat di temui di lokasi pembongkaran.

Selain itu, kata dia kebijakan yang diterapkan oleh kabupaten Bogor, dalam hal ini Pol PP tidak seharusnya berbenturan dengan peraturan lainnya sehingga berefek domino di lapangan, dan hal itu semestinya patut di pahami bersama.

Advertisement

“Bupati tidak dapat sewewenang-wewang mengeluarkan kebijakan namun merugikan hak yang tidak melakukan pelanggaran, hal itu  jelas-jelas merupakan pelanggaran karena trotoar bagian dari fasilitas pemerintah,” tegasnya.

Dalam keterangannya juga Ningsih mendukung kebijakan Bupati seperti hal penertiban terhadap para PKL yang dilakukan Pol PP namun seharusnya tidak berbenturan dengan peraturan yang ada.

“Bupati harus mikir, keluarkan kebijakan tapi harus ada solusi bukan sebaliknya,” pungkasnya.

Pantauan di lapangan, puluhan Polisi Pamong Praja dengan berseragam lengkap, personil kepolisian, DLLAJ serta Linmas kecamatan serta 1 unit alat berat Belco membuat lubang-lubang dengan diameter cukup besar di sisi-sisi trotoar. (Irfan Damar Sinaga)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*