Konflik Internal GMNI Mencapai Klimaks
BOGOR (KM) – Konflik internal yang terjadi di tubuh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) berujung klimaks dengan sepakatnya sejumlah kader dari seluruh DPC se-Indonesia untuk segera melakukan kongres luar biasa sebagai bentuk mosi tidak percaya terhadap kinerja kepemimpinan Krisman Damanik selaku Presidium GMNI.
Sejumlah kader yang melakukan mosi tidak percaya beranggapan semenjak di bawah kepemimpinan Krisman, ditemukan sejumlah kejanggalan dan dirinya tidak sanggup menyelesaikan permasalahan internal.
Menurut Ketua DPC Bogor Raya Desta Lesmana, pihaknya akan segera “menyusun kekuatan di seluruh DPC-DPC agar segera menggulingkan kepemimpinan ketua presedium GMNI.”
“Kami kader-kader se-Indonesia segera melakukan langkah penyelamatan organisasi melalui kongres luar biasa GMNI pada tanggal 13 September 2016 di Medan,” ujarnya kepada KM, Senin 12/9.
Selain itu, Desta menilai bahwa Krisman melakukan politik-politik kotor terhadap pengurus-pengurus GMNI karena tidak sanggup mengurus organisasi.
“Di wilayah Bogor sendiri presidium, melakukan pembiaran dan bersikap tidak netral dalam menyelesaikan konflik perpecahan di Bogor, dan melakukan politik adu domba terhadap kader-kader yang secara pemikiran berseberangan dengan presidium,” jelasnya.
“Presidium itu sendiri merupakan sumber permasalahan dari konflik-konflik di DPC-DPC, ditambah lagi ketidak seriusan dan terkesan tutup mata terhadap permasalahan-permasalahan bangsa serta adanya pendiaman terhadap kebijakan pemerintah pusat yang merugikan rakyat,” pungkasnya. (Hr/irfan Damar Sinaga)
Leave a comment