Belum Lengkap, Kejaksaan Kembalikan Berkas Kasus Dugaan Kekerasan Terhadap Siswa PAUD Kepada Penyidik

William Then (5) korban kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh oknum guru PAUD Bright kids Preschool (dok. KM)
William Then (5) korban kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh oknum guru PAUD Bright kids Preschool (dok. KM)

JAKARTA (KM)Kasus dugaan kekerasan terhadap anak dari 8/3/2016 silam yang dilakukan oleh salah seorang oknum guru PAUD Bright Kids Preschool di Jln. Pademangan I Gang IV No. 1 Jakarta Utara terus bergulir. Guru itu, Maria Peni Urap, dituduh melalukan penganiayaan terhadap salah satu siswanya, William Then (5) yang mengakibatkan kuka di samping mata kirinya.

Walaupun sempat menunggu beberapa lama dan berkas sempat dikembalikan dari Kejaksaan Negeri Jakarta Utara ke Penyidik Polsek Pademangan Jakarta Utara, saat ini berkas dengan Nomor B-1085/0.1.11/Epp/08/2016 dikembalikan lagi ke Penyidik Polsek Pademangan per tanggal 23 Agustus 2016 guna melengkapi kekurangan berkas.

Menurut Kasi Pidum Kejaksaan Negri Jakarta Utara, Dado Achmad Ekroni.SH.M.kn, saat dijumpai di ruangannya Rabu (31/8), ada beberapa petunjuk yang diberikan ke penyidik untuk melengkapi materil dan formil.

Materil, Dado mengatakan, untuk memperkuat dugaan adanya fakta-fakta yang ada di dalam berkas. “Penyidik sudah kita berikan arahan, semuanya sudah ada di dalam petunjuk berkas, jadi mulai dicoba lagi memeriksa beberapa orang saksi terus juga ada ahli,” tuturnya.

Untuk kelengkapan Formil, menurut jaksa peneliti hanya menyangkut sampul berkas perkara agar mencantumkan tanggal atau berkas isi acara perkara. “Sebenarnya tidak terlalu rumit, disini penyidik barangkali volume kerjanya banyak sehingga lupa memberikan tanggal. Itu yang kita ingatkan,” ujar Dado.

Advertisement

Sementara pihak kuasa hukum Jefri Luanmase SH mengatakan bahwa perkara kasus kekerasan terhdap anak itu sekarang pada tahap P-19.

“Sesuai kasus ini faktanya unsur kekerasan terhadap anak sudah terpenuhi, sesuai pasal 183 KUHP. Berkas kasus itu sudah beberapa kali bolak-balik dari penyidik kepolisian ke kejaksaan. Ada petunjuk-petunjuk dari kejaksaan yang tidak dipenuhi oleh penyidik kepolisian,” ujar Jefri.

Ia juga menyesalkan penyidik kepolisian yang tidak kunjung melampirkan bukti tanggal dalam berkas perkara yang dikirim kepada Kejaksan Jakarta Utara. Permintaan saksi ahli dari petunjuk jaksa pun menurutnya sudah terpenuhi. “Secara hukum bukti visum forensik, dan bukti keterangan psikolog, serta keterangan saksi dari pihak sekolah sudah jelas, sehingga secara hukum cara hukum terpenuhi pasal 183 KUHAP,” tambahnya.

Bila berkas perkara telah dilengkapi sebagaimana petunjuk, maka menurut ketentuan  Pasal 139 KUHAP, penuntut umum segera menentukan sikap untuk dilimpahkan ke pengadilan (P-21). (putra tobing)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: