Warga Bata Alam Cigombong Gelar Makan Nasi Liwet “Terpanjang di Dunia”

"Ngaliwet Terpanjang di Dunia" digelar oleh warga Kampung Bata Alam, Cigombong, Minggu 21/8 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Sebagai ungkapan rasa syukur atas selesainya pembangunan betonisasi jalan di wilayahnya, ratusan warga RW 2 Kampung Bata Alam, Desa Cigombong, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, menggelar makan bersama atau “Ngaliwet” sepanjang 717 meter, Sabtu (20/08/16). Menurut Ketua RW setempat, kegiatan yang dilakukan warga itu sebagai bukti kekompakan warganya, sekaligus sebagai media untuk mempererat tali silaturahmi antar warga dalam kebersamaan.

Rangkaian acara diawali dengan tasyakur bersama yang dihadiri oleh Kapolsek Cijeruk-Cigombong Kompol Suhartono, Kepala Desa Cigombong Ujang Saepuloh, Ketua MUI Cigombong H. M Hadli, perwakilan Camat, tokoh masyarakat dan anggota masyarakat yang digelar di lapangan Bata Alam. Usai tasyakuran, hadirin menyaksikan peresmian penggunaan jalan beton Bata Alam yang ditandai dengan pengguntingan pita oleh Kades didampingi Kapolsek dan tamu undangan lainnya. Beberapa saat setelah peresmian jalan, terdengar suara ledakan kembang api yang menandai dimulainya makan bersama nasi liwet sepanjang 717 meter.

“Kegiatan ini sebagai bentuk syukur warga atas selesainya pembangunan betonisasi jalan di wilayah kami yang didanai oleh pemerintah melalui Dana Desa serta swadaya masyarakat. Syukuran jalan ini juga merupakan bagian dari rangkaian acara dalam memeriahkan peringatan Hut Kemerdekaan RI ke 71 tahun. Sehingga, panjang nasi liwet yang mencapai 717 meter itu memiliki makna tersendiri untuk kami,” ungkap Ketua Rw 02 Kampung Bata Alam Cigombong Wawan Gunawan kepada KM, di lokasi kegiatan.

Lebih lanjut, Wawan menjelaskan, makna dari angka 717 yakni, 71 sebagai simbol usia kemerdekaan RI dan angka 7 mewakili jumlah RT di wilayahnya. Nasi liwet dan berbagai lauk pauk yang dihidangkan diatas daun pisang di sepanjang jalan beton kampung Bata Alam itu berasal dari swadaya warga di 7 RT.

Advertisement

“Warga di tiap RT patungan dan bergotong-royong memasak nasi liwet dan aneka lauk pauknya. Satu RT itu menyumbang 100 meter nasi liwet. Jadi total nasi liwet dari seluruh RT panjangnya 700 meter ditambah 17 meter dari panitia,” jelas Ketua RW berkacamata yang juga berprofesi sebagai tenaga pendidik di Sekolah Menengah Negeri 2 Cigombong itu.

Makan bersama nasi liwet “terpanjang di dunia” ini juga dimeriahkan oleh iringan Orkes Musik dangdut Full Dhamesta asal Desa Ciburayut pimpinan Sekdes Duloh dan dikomandoi oleh Guru Yadi Balagadona, yang menghibur warga hingga malam hari. Menurut Ketua Panitia peringatan HUT RI RW 2 Kampung Bata Alam, Ahmad Yani, makan bersama nasi liwet terpanjang ini merupakan puncak acara dari sekian banyak rangkaian acara dalam memeriahkan HUT RI di tahun 2016.

“Sebelumnya kami sudah melaksanakan berbagai perlombaan antar warga di tujuh RT. Hari ini merupakan puncak acaranya. Selain hiburan hingga malam hari nanti, saat ini kami juga melaksanakan lomba panjat pinang dewasa, anak-anak dan panjat pinang untuk ibu-ibu dengan berbagai hadiah menarik. Kami bersyukur dan berterimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung hingga kegiatan ini dapat berjalan lancar, sukses tanpa ekses,” pungkasnya. (Raden)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*