UKM Pabrik Bata Bolong di Lampung Selatan Masih Luput dari Bantuan Dana Lunak

Pengusaha bata bolong di kecamatan Natar, Lampung Selatan, Kidi. (dok. KM)
Pengusaha bata bolong di kecamatan Natar, Lampung Selatan, Kidi. (dok. KM)

LAMPUNG SELATAN (KM) -Upaya pemerintah dalam mengembangkan usaha rakyat khususnya usaha kecil dan menengah (UKM), walau tampak lebih intensif dalam beberapa tahun terakhir di sebagian daerah, namun di daerah lainnya masih lemah. Salah satu buktinya, pabrik bata bolong milik Kidi, warga dusun Banyuwangi desa Mandah, kecamatan Natar, yang ia rintis sejak tahun 1979.

Pabrik bata bolong milik Kidi berdiri diatas tanah seluas 350 meter persegi. “Pabrik ini awalnya pabrik genteng cap ‘Garuda’. Seiring berkembangnya zaman terutama saat genteng sudah ada yang model baru yang tinggal pasang, maka saya alihkan ke bata bolong di tahun 2012,” kata Kidi.

Advertisement

Menurutnya, pabriknya kini bisa mencetak 2 ribu bata per harinya. “Minimal toko material sekali pesan 8 ribu bata bolong, dengan harga Rp. 550 per bata,” lanjutnya.

Dirinya pun menambahkan, sampai saat ini memiliki 8 karyawan tetap. Namun Kidi pun menyayangkan dari mulai awal berdirinya pabrik ini hingga kini belum pernah pihak perusahaan BUMN, swasta, atau perbankan yang menawarkan pinjaman. “Padahal katanya ada dana lunak dari pemerintah untuk UKM seperti ini,” tegas Kidi. (Gie/Arnadi)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*