Wanita Simpanan Jadi Korban Penganiayaan Usai Shalat Id

KDRT (ilustrasi)
Ilustrasi kekerasan seksual

LEUWILIANG, BOGOR (KM) –  Idul Fitri, moment dimana masyarakat saling maaf-memaafkan kepada sesama, bukan untuk ajang melampiaskan nafsu amarah seperti contoh yang terjadi pada Liana (32), korban amarah yang dilatar belakangi asmara terlarang. Wanita muda yang merupakan istri simpanan ini menjadi bulan-bulanan Ridwan, sang pelaku, usai menjalankan shalat Id.

Menurut keterangan korban, peristiwa penganiayaan tersebut terjadi di kontrakannya di Kampung Sawah, Desa Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, selepas shalat Id sekitar pukul 07:30 pagi.

“Kejadiannya tadi pagi setelah shalat Id, dia (pelaku, red) menarik dua tangan saya terus di pelintir, saya berusaha membela diri tapi apa daya saya malah di tendang di bagian dada saya sampai saya gak bisa bernafas, dan mengalami luka memar di bagian kaki,” ujar Liana saat memberikan keterangan di kantor Polisi Sektor (Polsek) Leuwiliang, Rabu (6/7/2016).

Advertisement

Setelah memintai keterangan kronologis kejadian dan motif terjadinya tindakan penganiayaan terhadap korban sekaligus menjelaskan kedudukannya di mata hukum, pihak kepolisian membawa Liana ke Rumah Sakit terdekat untuk di visum dan selanjutnya menjemput Ridwan di rumahnya di bilangan Cigudeg untuk di mintai pertanggung jawabannya.

“Jadi ini motifnya asmara yang berujung pada penganiayaan. Jelas ini sudah melanggar hukum, kami akan tindak lanjuti tapi sebelumnya akan dilakukan visum ke Rumah Sakit terdekat,” tutur Bripka Thapit S, anggota Polsek Leuwiliang yang piket ketika itu.

“Kewenangan perkara ini ada pada penyidik. Nanti biar saya dan tim yang antar korban untuk visum dan menjemput pelaku yang bernama Ridwan yang beralamat di bilangan Cigudeg,” pungkasnya. (Dian Pribadi)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*