Pengacara: Belum Ada Aturan Tegas Mengenai “Airsoft Gun”

Pengadilan Negeri Jakarta Timur (stock)
Pengadilan Negeri Jakarta Timur (stock)

JAKARTA (KM) – Seorang pria bernama Ammy Putra Chaniago ditangkap oleh kepolisian saat tengah berbincang-bincang di warung kopi di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, 5/5 silam. Setelah ditemukan membawa sepucuk senjata airsoft gun dan sebilah samurai di mobilnya, pria itu didakwa membawa, menguasai, dan menyimpan senjata api dan sajam tanpa hak, melanggar pasal 1 dan 2 UU NO.12 tahun 1951.

Persidangan kasusnya masih bergulir hingga saat ini, dengan jadwal mendengar keterangan saksi dari jaksa penuntut umum pada Kamis ini, 28/7.

Berdasarkan keterangan dari istri Ammy di pengadilan, penangkapan terhadap suaminya di Terminal Kampung Melayu sekitar pukul 16:20 pada Kamis 5/5/2016 oleh anggota satuan Jatanras Polda Metro Jaya terjadi tanpa melalui prosedur yang sebenarnya, sebab tidak ada surat penagkapan.

Dirinya menjelaskan bahwa pada saat penangkapan dilakukan di depan warung, Ammy sedang asyik berbicang-bincang dengan temannya. “Tanpa disangka dan diduga, dia ditangkap, tanpa memberikan penjelasan dan alasan yang jelas berupa surat dan lainnya, dipaksa untuk menuju ke mobilnya, membuka pintu mobil, untuk kemudian diperiksa dan akhirnya ditemukan barang bukti Airsoft gun yang terdapat di dalam tas di dalam mobil, dengan 1 buah samurai,” kisah istri Ammy.

Advertisement

Ammy akhirnya digelandang menuju Polda Metro Jaya untuk diperiksa dan ditahan.

Sementara kuasa hukum Ammy menjelaskan bahwa senjata yang dimiliki terdakwa memiliki surat izin yang dikeluarkan oleh organisasi dengan kartu keanggotaan satria Shooting Club dengan Nomor Anggota SSC/AO/21-12422-1502 atas nama AMMY PUTRA CHANIAGO,

“Surat izin tersebut juga sesuai Identitas Unit dan Pemilik Airsoftgun No. BIU/PA-1/12422/IX/2015 berdasarkaan surat keputusan perbaikin No. 04/SKEPTIS/KU/PJ/IV/2012,” lanjutnya.

“Menurut saya Airsoft Gun bukan merupakan senjata api maupun senjata lain sebagai alat pemukul, penikam, atau penusuk sebagaimana dikenal dalam Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Mengubah “Ordonnantietijdelijke Bijzondere Strafbepalingen” (STBL. 1948 No. 17) dan Undang-Undang Republik Indonesia Dahulu Nomor 8 Tahun 1948. Oleh karena itu, perbuatan membawa atau memiliki Airsoft Gun bukan termasuk tindak pidana yang disebut dalam UU tersebut. Dengan kata lain, belum ada aturan tegas yang mengatur soal penyalahgunaan Airsoft Gun,” jelasnya.

“Namun Airsoft Gun dikenal sebagai senjata api olah raga dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia No. 8 Tahun 2012 tentang Pengawasan dan Pengendalian Senjata Api Untuk Kepentingan Olahraga,” tutupnya. (Putra Tobing)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*