Bencana Longsor Perum Lido Permai Belum Ditangani

Longsor di dekatgerbang perumahan Lido Permai, Kabupaten Bogor, masih belum mendapatkan penanganan dari pihak pemerintah (dok. KM)
Longsor di dekat gerbang perumahan Lido Permai, Kabupaten Bogor, masih belum mendapatkan penanganan dari pihak pemerintah (dok. KM)

CIGOMBONG, BOGOR (KM) – Empat hari pasca bencana longsor di gerbang utama perumahan Lido Permai, Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, warga setempat bahu-membahu secara swadaya memperbaiki kerusakan di lokasi, untuk meminimalisir resiko bencana susulan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penanganan berarti yang dilakukan pemerintah daerah.

Warga terpaksa membongkar beton dan besi portal gerbang untuk membuka akses jalan bagi kendaraan roda empat, karena separuh lebih dari akses jalan utama amblas tergerus longsoran tanah.
Selain itu, warga juga memotong besi gapura yang kondisinya rawan roboh akibat longsor. Rencananya, warga akan membongkar bangunan beton gapura dengan dibantu alat berat milik pelaksana pekerjaan proyek jalan tol Bocimi, yang dituding turut bertanggungjawab atas bencana yang terjadi. Namun, rencana itu akhirnya gagal karena terkendala teknis di lintasan.

“Kami siap membantu warga dengan menurunkan alat berat ke lokasi. Namun kami tidak mau jika kami makin dipersalahkan lagi karena jalur lintasan yang akan dilalui alat berat kami melewati jalan beton Pemda dan rel milik PJKA,” kata Ferdy, humas PT. Chungma, salah satu sub kontraktor di proyek jalan tol Bocimi kepada KM.

Advertisement

Selain mengamblaskan lebih dari sebagian ruas jalan di gerbang masuk perumahan, bencana longsor juga mengakibatkan retakan-retakan besar di seputar kontruksi bangunan jembatan. Kekhawatiran warga akan terjadinya bencana yang lebih besar semakin menjadi.  Pasalnya, arus air sungai dibawah jembatan yang mengalir deras terus mengikis tebingan tanah di area bencana. Ditambah lagi dengan tidak maksimalnya fungsi gorong – gorong yang menyalurkan aliran air dari arah luar perumahan. Belum lagi tekanan kendaraan berbobot besar yang melintas di jembatan yang di beberapa bagiannya retak akibat bencana tersebut.

“Kami khawatir terjadi longsor yang lebih besar lagi. Anda bisa liat kerusakan yang diakibatkan longsor ini, retakan dimana-mana. Apalagi kalau truk-truk proyek tol masih dibiarkan lewat di jalur ini. Apa pemerintah nunggu bencana lagi sampai jatuh korban baru ditangani?” tandas Ade, warga perum Lido Permai, yang diamini warga lainnya. (Raden)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*