Tausiah dan Do’a, Program Unggulan SMK Al Amin

Kepala sekolah SMK 2 Al Amin, Aria Suryadinata (dok. KM)
Kepala sekolah SMK 2 Al Amin, Aria Suryadinata (dok. KM)

PAMIJAHAN, BOGOR (KM) – Setiap sekolah pasti mempunyai program-program unggulan beserta visi, misi dan moto dalam menjalankan program pendidikan bagi para murid.

Tausiah pagi ESQ dan doa bersama menjadi program unggulan SMK Al Amin. Program ini menjadi kegiatan rutinitas semua murid sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar, dan menurut kepala sekolah SMK Al Amin,  program ini “terbukti mampu menekan tingkat kenakalan pelajar, seperti tawuran, narkoba dan seks tingkat pelajar.”

Di temui di ruang kerjanya, Kepala Sekolah SMK Al Amin Aria Suryadinata S.pt. MM mengatakan, “Kebiasaan yang dilakukan di sekolahan kami, Tausiah pagi dan doa setiap hari sebelum memulai kegiatan belajar mengajar. Program ini juga secara tidak langsung merupakan rukiyah bagi para siswa,” kata Aria.

“Tausiah pagi dan doa bersama dengan betul-betul khusyu, menjadi kebiasaan yang di biasakan, kita mendidik bagaimana mengarahkan, mengolah rasa, fikiran, hati dan gerak mereka di saat mereka berdoa. Cita-cita saya setiap pagi sekabupaten Bogor di sirami doa yang berkualitas dengan niat, hati yang lurus” tegasnya.

SMK Al Amin berdiri pada tahun ajaran 1997-1998, merupakan SMK pertama di Kecamatan Pamijahan. Pada saat berdiri, sekolah tersebut menawarkan satu kejuruan, yaitu kejuruan Pemasaran. Lalu pada tahun 2014, SMK Al Amin membuka kejuruan Otomotif.

Advertisement

“Pada masa itu dunia pendidikan belum seperti sekarang, yang masih minimnya anggaran dari pemerintah, berbeda dengan tahun 2005 sampai sekarang, pemerintah sudah terus menerus meningkatkan anggaran untuk pendidikan,” kata Aria.

Dengan moto sekolah “Luruskan Niat, Bersihkan Hati, Satukan Langkah, Maju Sukses Menuju Masyarakat Madani Bersama SMK Al Amin”, sekolah ini mempromosikan diri untuk menarik para murid baru dengan mengandalkan promosi mulut ke mulut dari para alumni.

Rencananya untuk tahun sekarang, SMK Al Amin akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam masa orientasi murid baru, untuk pembinaan masalah bahaya narkoba dan kenakalan pelajar.

“Masalah sarana prasarana itu merupakan aksesoris, yang terpenting melihat berhasilnya sebuah pendidikan, bermanfaat atau tidak, menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, cerdas dan bermanfaat setelah selesai sekolah di SMK Al Amin,” tutup Arya kepada Kupas Merdeka. (Dian Pribadi)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*