Seluruh Kabupaten di Kalimantan Barat Tolak Kembalinya Gafatar

Jumadi Kamarsya, Kepala Kesbangpol Kabupaten Kapuas Hulu (dok. KM)
Jumadi Kamarsya, Kepala Kesbangpol Kabupaten Kapuas Hulu (dok. KM)

PUTUSSIBAU (KM) – Mencuatnya isu Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang akan kembali ke Kalbar mendapatkan penolakan dari masyarakat. Sebagai kabupaten yang pernah ditempati Gafatar, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Jumadi Kamarsyah menegaskan bahwa belum lama ini, semua kabupaten di Kalimantan Barat telah melakukan rapat untuk membahas isu pengembalian Gafatar.

Alhasil, semua kabupaten yang ada di Kalimantan Barat dengan tegas menolak jika Gafatar kembali ke Kalbar. “Berdasarkan pertemuan kita di provinsi, semua kabupaten menolak kehadiran mereka (Gafatar) kembali ke Kalbar, semua kabupaten teken penolakan Gafatar,” tegas Jumadi Kamarsyah di ruang kerjanya, Rabu (11 /5/2016).

“Sampai sekarang belum ada perubahan pernyataan, semua menolak,” ujarnya kepada KM.

Dari hasil rapat tersebut juga menyatakan, kalaupun Gafatar datang kembali ke Kalbar maka harus melalui jalur resmi, seperti jalur transmigrasi, sehingga berada dibawah pengawasan pemerintah. Jumadi mengkhawatirkan jika daerah menerima Gafatar kembali lagi ke daerah domisili mereka di Kalbar, bisa jadi yang datang malah bertambah banyak. “Yang mengusulkan mereka kembali ke Kalbar dari provinsi asal mereka. Karena mungkin atas desakan kelompok Gafatar itu sendiri,” terangnya.

Advertisement

Sementara itu, tindak lanjut dari pertemuan di Provisi, pihaknya telah menyurati atau menghibau kepada setiap Kecamatan untuk menangkal isu kedatangan Gafatar ke daerah, pihaknya telah menyurati seluruh kecamatan, terutama seperti Kecamatan Putussibau Selatan dan Semitau yang pernah ditempati Gafatar.

“Bukan hanya Gafatar, kelompok radikalisme yang membuat resah masayarakat kita sepakat menolak,” tutupnya. (Budi)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*