Perusahaan Milik Warga Korea Tilep Iuran BPJS Karyawan Selama 8 Bulan

PT. BTS Indonesia merupakan sebuah perusahaan milik warga Korea yang berkantor di Jakarta (dok. KM)
PT. BTS Indonesia merupakan sebuah perusahaan milik warga Korea yang berkantor di Jakarta (dok. KM)

JAKARTA (KM) – 831 karyawan PT BTS Indonesia yang berada di kawasan KBN Cakung Jakarta Utara merasa tidak masalah gaji mereka terpotong perusahaan yang diperuntukan untuk membayar iuran BPJS Ketanagakerjaan, menganggapnya sebagai tabungan yang kelak nantinya dapat mereka ambil.

Namun harapan itu pupus, pasalnya PT BTS Indonesia diduga menilep uang iuran BPJS ketenagakerjaan mereka selama 8 bulan, dimana pihak perusahaan tidak menyetor uang BPJS ketenagakerjaan sejak bulan Febuari 2015 hingga September 2015. Hal tersebut diungkapkan oleh seorang pekerja PT BTS, Endang Sahputra terhadap awak media.

Tidak hanya selaku pekerja, Endang Saputra yang tak lain Ketua Serikat FSBI di PT BTS Indonesia menjelaskan awal terbongkarnya kasus tersebut bermula saat saldo tahunan tidak turun. “Merasa curiga, saya mempertanyakan hal tersebut ke kepala pemasaran BPJS ketenakerjaan yang berada di Jakarta Utara,” ungkapnya,18/04/2016.

Benar ternyata PT BTS Indonesia belum menyetor selama 8 bulan, dengan total 1,2 Milyar, sehingga Endang menambahkan, “Dari tidak ada keterbukaan perusahaan terhadap karyawan sehingga adanya beberapa karyawan yang sudah keluar, karena perusahaan tidak membayar selama 8 bulan tidak dapat di klaim oleh pihak BPJS,” jelasnya.

Advertisement

Perusahaan PT BTS Indonesia merupakan perusahaan milik warga negara Korea yang harus menghormati program pemerintah Indonesia  Undang-undang. No 24 tahun 2011 tentang Badan penyelengara jaminan sosial nasional.

Karyawan Laporkan Penggelapan ke Polisi

Terkait PT BTS Indonesia yang tidak membayarkan iuran BPJS ketenagakerjaan bagi 831 orang karyawannya selama 8 bulan, Endang Sahputra melaporkan hal tersebut ke Polres Jakarta Utara dengan tuntutan dugaan penggelapan.

Laporan nomor TBL/1257/K/XI/2015/RESJU tersebut, Rabu (4/11) pukul 22:44 WIB, melaporkan pimpinan perusahaan YOO HEE DAE yang menyebabkan total kerugian 831 karyawan sebesar 1,2 Milyar.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh kuasa hukum karyawan Panca Nainggolan yang membenarkan telah melaporkan kejadian yang dialami kliennya tersebut. “Sejauh ini kita lihat dulu proses hukum yang sedang berjalan,” ungkap Panca.

Selasa 18/04 kemarin, pihak Polres Jakarta Pusat melayangkan panggilan pertama, namun pihak pimpinan perusahaan mangkir dari panggilan tersebut. Pihak wartawan pun yang hendak mengkonfirmasi pada saat itu kepada HRD PT BTS Indonesia, Eli Sihombing, namun dirinya enggan untuk diwawancari dengan alasan rapat. (Putra tobing)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*