Pasaran Batu Akik Masih Menjadi Ladang Rezeki Subur Bagi Pelapak

Salah satu pelabak batu akik di bilangan Stasiun KA Bogor (dok. KM)
Salah satu pelabak batu akik di bilangan Stasiun KA Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Hilang permataku, hilang harapanku. Bait lagu jadul itu tak berlaku buat Mang Ade, pemilik kios batu akik. Meskipun animo masyarakat terhadap batu akik sudah tidak seramai satu atau dua tahun yang lalu.

Ade membuka lapak dagangannya di sisi selatan arena rekreasi Taman Topi Bogor. Persisnya di belakang Stasiun Kereta Api Bogor.

Dalam kesehariannya, ada saja masyarakat terutama mereka yang memang penghobi batu cincin, yang menyambangi kios miliknya. Dari yang sekedar window shopping, yakni hanya melihat-lihat, hingga yang jadi beli.

Selain Ade di lokasi stasiun KA Bogor ini, ada beberapa penjual batu akik lainnya. Sebagian besar dari mereka membuka lapak dagangannya secara terbuka tanpa ruang atau biasa di istilah kan misbar, atau gerimis bubar.

“Kalau di hitung rata-rata, dalam sehari ada lima sampai enam batu cincin yang laku di jual,” menurut Ade.

Lain lagi dengan Ujang, lelaki berdarah Minang ini mengaku bisa meraup omzet sekitar empat ratus ribuan per harinya. Tidak ada standar harga yang baku untuk pasaran batu akik.

Advertisement

“Konon batu akik bisa membantu memancarkan aura pemakainya,” papar Ade.

“Boleh percaya, boleh tidak,” lanjutnya.

Meski tempatnya jualnya tergolong kaki lima namun ada juga batu kelas atau yang biasa digolongkan sebagai batu permata, semisal blue safir, ruby, dan zamrud.

Menurut beberapa pedagang, jenis batu permata saja yang harganya masih bertahan, karena secara umum mempunyai penggemar kalangan atas. Akan tetapi kegemaran akan batu akik tergantung selera pribadi masing-masing. Jika seseorang sudah suka, tak peduli apa kata orang.

Batu bacan yang sempat melambung dan harganya fantastis beberapa waktu lalu, sekarang sudah cenderung menurun harganya.

Itulah bagian dari tren, jika dulu para pengrajin dan penjual batu akik sempat berjaya karena harga jualnya yang bagus, sekarang rata-rata dari mereka harus bersabar, menunggu trend yang sama akan terulang kembali. Mungkinkah?

(Rafa)

Advertisement
Komentar Facebook

1 Comment

  1. untuk di tahun 2016 ini seperti bisnis batu akik sudah tidak laku ya min, hehehe sayang sekali

Leave a comment

Your email address will not be published.


*