Longsor Lagi di PLTM Pamijahan, Ikan Para Petani Mati Lagi

Longsor akibatkan putusnya waterway (dok. KM)
Longsor akibatkan putusnya waterway (dok. KM)

BOGOR (KM) – Sepertinya alam tidak bersahabat dengan keberadaan Proyek Pembangkit Listrik Mikrohidro (PLTM) milik PT. Jaya Dinamika Geohidroenergy (PT.JDG) di Cianten 1B, yang untuk kesekian kalinya di terjang bencana longsor, di area Head Phone, Senin (25/4/16), pukul 09:00, yang mengakibatkan rusaknya saluran air (Water Way).

Terbawanya material longsoran terbawa masuk ke sungai Cianten mengakibatkan keruhnya aliran sungai Cianten yang masuk ke raning-raning kolam petani ikan, mengakibatkan sebagian ikan-ikan para petani mati, seperti ikan-ikan yang ada di kolam milik Ikhsan, H. Zaenal Mutakien (H. Acek), H. Sawa, H. Idik, Jaya dan belum ikan para petani yang lainnya. Sampai saat berita ini di turunkan belum dapat di hitung berapa kilogram ikan yang mati dari semua para petani dan berapa petani ikan yang mengalami kerugian.

Advertisement

“Bagaimana kita akan tenang berbudidaya ikan seperti dulu lagi, sebelum adanya proyek PLTM PT. JDG, bagaimana jaminan perlindungan kami dalam berbudidaya ikan yang merupakan sumber mata pencarian hidup utama kami?”

“Tuntutan kerugian kami akibat longsor tanggal 22 November tahun lalu juga belum ada kepastian di ganti, sekarang akibat longsor di area Head Phone yang jelas itu hasil pekerjaan Proyek PT. JDG mengakibatkan ikan-ikan kami para petani mati. Kami harus meminta ganti rugi dan pertanggung jawaban ke siapa kalau bukan ke PT. JDG?” keluh H. Acek kepada Kupas Merdeka.

Hanya pihak Security yang berada di lokasi longsor, tidak ada perwakilan Staf manager PT. JDG yang melihat kejadian longsor untuk mengawasi dan melihat akibat longsor ke kolam-kolam para petani ikan. (Dian Pribadi)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*