Kab. Bayah Banten Gelar Acara Ruatan Laut dan Sedekah Bumi

Perayaan Hari Nelayan di Kabupaten Bayah, Banten 3/4 (dok. KM)
Perayaan Hari Nelayan di Kabupaten Bayah, Banten 3/4 (dok. KM)

BANTEN (KM) – Hari Nelayan atau disebut juga budaya Larungan Ruatan Laut Sedekah Bumi, merupakan cara bersyukur untuk menghormati kebudayaan turun-temurun, yang diselenggarakan masyarakat Kabupaten Bayah, Provinsi Banten. Perayaan ini menunjukkan kekompakan para nelayan yang telah mengumpulkan iuran selama setahun hingga mengahabiskan anggaran Rp 200 juta lebih untuk berlangsungnya acara tersebut di desa Bayah Barat, kecamatan Bayah, kabupaten Bayah, Provinsi Banten.

Hadir dalam acara tersebut, perwakilan pemerintah Banten dan kabupaten Bayah yang diwakili Kepala Dinas Olahraga, Pemuda dan Pariwisata, (Disporapar), Ayat Sahida, yang mengatakan pihaknya kali  ini hanya memberikan dukungan moril, namun berharap tahun 2017 akan dianggarkan dalam APBD Kabupaten Bayah, untuk acara syukuran Hari Nelayan.

Hadirin pada acara perayaan Hari Nelayan di Bayah, Banten (dok. KM)

Hadirin pada acara perayaan Hari Nelayan di Bayah, Banten (dok. KM)

“SKPD dinas kelautan, mudah mudahan menjadi kegiatan yang bisa didanai oleh pemerintah. Acara yang berlangsung ini tanpa sentuhan APBD. Targetnya menjadi  kota wisata, dengan adanya desa wisata, dengan pariwisata menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat, dukungan pemerintah pada 2017 akan membuat garis sempadan pantai. Pemerintah telah membuat master plan, serta mengajak para camat untuk saling mendukung menjadi daerah wisata. Untuk kenyamanan para pengunjung, masyarakat dan kepolisian akan menjaga keamanan,” paparnya dalam sambutan pembukaan Hari Nelayan Bayah, (03/042016).

Advertisement

Meriahnya perayaan merupakan hasil kerja keras yang dimotori kekompakan para nelayan. Hal itu dijelaskan oleh  Ketua Himpunan Nelayan Bayah (HNB) Kabupaten Bayah, Eko Priyono. “Ini hanya sebatas budaya, mengingatkan kepada nelayan agar bersyukur. Harapan saya, bisa menjadi agenda tahunan dan kekompakan para nelayan di Bayah bisa menarik para wisatawan dan investor. Acara meriah begini baru dua kali (tahun 2015 dan 2016),” terangnya

“Anggota kami 428. Biaya hasil usaha koperasi laut kidul 99% nelayan, berdasarkan hasil musyawarah digunakan untuk pembiayaan syukuran hari nelayan. Dukungan pemerintah akan mendorong agar diagendakan dalam acara rutin tahunan, dan berdampak positif dengan adanya kebersamaan nelayan menjadi lebih erat dan mengangkat nama Bayah,” ujar Eko.

Turut mendukung juga Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Ade Marpudin, yang mengatakan bahwa peran serta media sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan budaya bangsa. “Di era modern sekarang yang lebih mudah dalam mengakses berita, untuk mengetahui potensi pariwisata yang sangat potensial,” ujarnya. Acara tersebut dihadiri para anggota PWRI, serta anggota PWRI Kabupaten Bogor yang juga mendapat undangan. (Tengku YusRizal)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*