Dinas Perikanan Kapuas Hulu Kesulitan Hentikan Praktek Setrum dan Bom Ikan

Selain merusak ekosistem, bom ikan juga kerap kali melukai atau bahkan membunuh nelayan atau perenang di laut (stock)
Selain merusak ekosistem, bom ikan juga kerap kali melukai atau bahkan membunuh nelayan atau perenang di laut (stock)

KAPUAS HULU (KM) – Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu, Wajidi M.Ali, S.Tp mengakui bahwa sampai saat ini terjadi kegiatan pengeboman ikan dengan bahan-bahan kimia, selain itu ada juga dengan cara penyetruman ikan di sungai-sungai.

“Mencari ikan di Kapuas Hulu memang ada dengan cara tubah, setrum, dan dinamit atau dengan menggunakan bahan-bahan kimia. Untuk menangani persoalan ini memang sudah dibentuk Tim yang melibatkan pihak-pihak terkait,” jelasnya.

“Sepetinya bahan-bahan kimia tersebut, masuknya bisa saja dari Pontianak atau masuk lewat perbatasan Indonesia – Malaysia,” cetus Sekretaris Dinas Perikanan.

Sementara itu, Kabid Pengelolaan Perairan Dinas Perikanan Kapuas Hulu, Triwati, menampik adanya kegiatan mencari ikan dengan cara pengeboman ikan disungai. Di Kapuas Hulu hanya ada penyetruman dan tubah.

“Di Kapuas Hulu tidak ada pengeboman ikan, yang ada hanya di laut. Kalau dengan cara menyentrum dan tubah baru ada. Mencari ikan dengan cara tubah pun, dengan cara tradisional terjadi daerah-daerah tertentu pada waktu tertentu. Katakanlah penubahan tersebut dilakukan oleh Sub Suku tertentu, dengan istilah tubah adat,” ungkap Triwati, diruang kerjanya, Jalan Antasari No.6 Putussibau, Jumat 22/4/16 pukul 09 : 23 WIB.

Terkait penyetruman, Triwati mengatakan bahwa Timnya sudah beberapa kali melakukan kegiatan seperti sosialisasi, dan bahkan patroli. “Kita sudah melakukan beberapa kali Patroli terutama pada tahun 2014, namun tidak ada hasilnya karena sepertinya ada yang membocorkan. Sedangkan untuk tahun 2015, kebetulan yang masuk Tim ada kesibukan Pilkada, jadi kita tidak bisa Patroli. Oleh karena itu untuk tahun 2016 ini, rencananya akhir Mei kita kembali laksanakan Patroli, dan kita akan mengubah cara dan sistem sebelum-sebelumnya agar tidak bocor lagi,” terangnya. Kita juga tidak tahu siapa yang membocorkan, kok bisa bocor setiap kita patroli,” sindirnya.

Advertisement

Ketika disinggung mengenai bahan kimia yang digunakan oleh oknum nakal, Triwati mengakui bahwa selain setrum dan tubah, ada juga yang menggunakan bahan kimia. “Sepertinya ada juga yang menggunakan bahan kimia, tetapi kita tidak tahu, mereka mendapatkannya dimana. Kalau misalnya mereka mendapatkan bahan-bahan kimia di warung atau toko-toko, kita tidak ada kewenangan untuk melakukan tindakan. Kecuali pihak berwenang, seperti Dinas Perdagangan dan kepolisian,” jelasnya.

“Tetapi tidaklah kita sejauh itu, bagaimana dengan bahan-bahan pengawet atau bahan kimia lainnya, banyak tuh beredar,” sindirnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh, diduga terjadi penyelundupan ikan 500 – 800 Kg per harinya ke Malaysia. Namun beberapa waktu lalu ketika dikonfirmasi ke pihak Beacukai, justru Kepala Bea cukai mengatakan bahwa tidak ada penyelundupan ikan. Namun beberapa pengusaha dari Malaysia mengakui bahwa dirinya mendapatkan ikan dari Kapuas Hulu.

Terkait persoalan tersebut, pihak kepolisian belum bisa dikonfirmasi. Menurut salah satu Anggota Mapolres Kapuas Hulu, Kapolres tidak berada ditempat karena ada kegiatan di Mapolda Kalbar. (budi)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*