AMBB Anggap Bupati Bogor Telah Gagal Melaksanakan Tugasnya

Bupati Bogor, Hj Nurhayanti (stock)
Bupati Bogor, Hj Nurhayanti (stock)

BOGOR (KM) – Menyikapi tentang Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Bogor Nurhayanti untuk tahun 2015, Aspirasi Masyarakat Bogor Bersatu (AMBB) menilai bahwa Bupati Bogor itu telah gagal menyelesaikan berbagai persoalan di kabupaten Bogor.

Ormas tersebut menilai selama ini masyarakat tidak merasakan perubahan yang begitu berarti yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Karena banyaknya persoalan yang belum bisa diselesaikan oleh Pemkab Bogor, untuk sidang paripurna yang akan di gelar 07/04/2016 malam nanti, AMBB meyimpulkan beberapa point yang diajukan kepada DPRD untuk dipertanyakan kepada Bupati Bogor:

1. Ketersediaan Lapangan Kerja bagi Masyarakat belum mampu menurunkan angka pengangguran, justru malah semakin meningkat sehingga memperparah kedudukan masyarakat miskin mencapai peringkat satu di jawa barat.

2. Kinerja pelayanan SKPD tidak maksimal bahkan terkesan mempersulit masyarakat.

3. Pelayanan di bidang kesehatan yang teramat buruk, seiring banyaknya terjadi penolakan dari pihak rumah sakit terhadap pasien BPJS yang membutuhkan perawatan intensif.

4. Di bidang pendidikan terlalu banyak menuai masalah terutama mengenai pengangkatan kepala sekolah yang terjadi kontroversi tidak ada kejelasan aturan yang digunakan.

5. Ketersediaan sarana pra sarana pendidikan masih dianggap belum cukup maksimal sehingga pemerintah harus lebih memperhatikannya.

6. Nasib guru honorer yang kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah.

7. Program wajib belajar 9 tahun tidak dilakukan sosialisasi secara merata terbukti masih meningkatnya angka putus sekolah.

8. Pembangunan infrastruktur masih sangat jauh dari target yang diharapkan, terbukti masih banyaknya jalan-jalan berlubang yang mengancam keselamatan masyarakat pengguna jalan.

9. Pencapaian target arah program kebijakan pembangunan tidak terselesaikan dalam setiap tahunnya sehingga meninggalkan angka SILPA yang begitu besar, artinya aspirasi masyarakat banyak yang tidak terserap.

10. Masih banyaknya dugaan praktek korupsi yang dilakukan oleh Pejabat Pemkab. Bogor membuktikan bahwa Pemkab bogor mengalami krisis kepercayaan dari masyarakat.

Menurut AMBB, beragam persoalan yang disampaikan diatas menunjukkan fakta bahwa indikator kinerja Pemkab Bogor dikaitkan dengan pencapaian target RPJMD pada setiap tahunnya dinyatakan masih jauh di bawah target sehingga untuk mewujudkan Kabupaten Bogor sebagai Kabupaten termaju se-indonesia yang menjadi gagasan utama masih sangat jauh dari harapan dan kemungkinan gagal tercapai.

“Hal ini memunculkan reaksi keras dari masyarakat dengan mendesak agar Nurhayanti turun dari jabatannya karena dinilai gagal mensejahterakan masyarakat kabupaten bogor,” papar ketua AMBB, Daden Ahmad Sugiri.

“Pasca ditangkapnya Rahmat Yasin oleh KPK, Nurhayanti memimpin dalam keadaan terpaksa sehingga terlihat ogah-ogahan dalam melaksanakan tugasnya, lebih baik mundur dengan hormat atau rakyat memaksa untuk menurunkannya dengan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran,” pungkas Daden kepada KM.

“Rakyat Bogor selama ini hanya menikmati pahitnya kepemimpinan Orang Nomor satu itu, dan laporan keterangan pertanggung jawaban akan menjadi bahasan yang penting,” tutupnya. (Farid)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*