Terjun Langsung ke Desa, Inspektorat dan BPK Kawal Penggunaan Dana Desa

jalan desa
Jalan Desa (ilustrasi)

DRAMAGA (KM) – Dengan Dana Desa atau yang dikenal dengan DD yang akan ditambah sebesar Rp. 100.000.000 untuk beberapa desa  di Indonesia, nampaknya para kades akan kejatuhan beban pikul yang amat berat.

Selain sekarang, adanya wacana sistem laporan pertanggungjawaban (LPJ) secara online, tim Inspektorat dan BPK akan terjun langsung mengawal penggunaan angaran dana desa (DD).

Berkenaan dengan penambahan anggaran tersebut, Camat Dramaga Baehaki mengatakan bahwa dana desa itu nantinya akan ditambah sebanyak 100 juta sebagai anggaran yang diperuntukkan infrastruktur desa.

“Dana Desa (DD) sendiri itu 70 persen peruntukannya untuk Infrastruktur, 30 persen untuk pemberdayaan. Tinggal masing-masing kepala desa memilah mana yang lebih skala prioritas,” kata Baehaki kepada Kupas Merdeka seusai melepas acara perpisahan sekcamnya di ruang aula, Selasa (1/3/2016).

Camat yang baru menjabat dua tahun itu juga berpesan kepada para kepala Desa, dengan adaya tambahan dana desa, diharapkan bisa lebih mengutamakan kepentingan masyarakat dan mengedepankan indeks kepuasan masyarakat (IPM) di desanya masing-masing.

Tak hanya itu, dirinya menambahkan bahwa dengan penambahan anggaran DD itu, setiap kepala desa harus bisa mempertanggungjawabkan apapun metodologi laporan pertanggungjawabannya.

“Kepala Desa harus siap dengan rencana pemerintah pusat, apapun yang dibebankan kepada kepala desa, kepala desa harus bisa mengembangkan potensi diri maupun potensi warga masyarakatnya, mengingat untuk Dana Desa (DD) itu langsung turun kepada desa,” Katanya.

Lanjut Baehaki, dana yang besar itu nantinya akan di kawal langsung dari internal maupun eksternal. “Untuk anggaran DD itu nantinya di setiap desa akan diawasi oleh Inspektorat dari internal tingkat Kabupaten, dan BPK dari pemerintahan pusat, jadi ketelitian dan pemahaman aturan itu harus benar-benar diperhatikan,” tutup Baehaki.

Terpisah Syaehu Syam, kepala Desa Babakan, Kecamatan Dramaga mengatakan untuk dana desa (DD) yang akan ada penambahan belum mengetahui, dan wacana penambahan itu belum diketahui oleh kepala desa yang memimpin 11 ribu jiwa warga pribumi dan 23,000 warga pendatang itu. “Saya belum mengetahui untuk adanya penambahan anggaran dana desa itu,” ujarnya.

Untuk dana desa yang akan ditambahkan, nantinya, Syaehu merasa senang. Dahulu, DD di Desa Babakan sendiri pertama mendapatkan hampir tiga ratus juta rupiah. “Kalau ada wacana penambahan berati nantinya DD akan bertambah menjadi 700 juta rupiah dari yang sudah ditetapkan 600 juta,” katanya. (Dian Pribadi)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*