Kejaksaan Negeri Putussibau Belum Eksekusi Dugaan Korupsi Ateng

Anggota LSM LPPNRI Nelson Tambunan mengkritisi kelambanan Kejaksaan Negeri Putussibau dalam menangani kasus korupsi Daniel alias Ateng. (dok. KM)
Anggota LSM LPPNRI Nelson Tambunan mengkritisi kelambanan Kejaksaan Negeri Putussibau dalam menangani kasus korupsi Daniel alias Ateng. (dok. KM)

PUTUSSIBAU (KM) – Kejaksaan Negeri Putussibau membenarkan pasca Keputusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : 2148 K / PID.SUS / 2015 petikan putusan pasal 226 KUHP sampai saat ini tersangka Korupsi Daniel Als. Ateng belum dieksekusi oleh pihaknya.

“Persoalan ini merupakan kewenangan Kejaksaan Tinggi Pontianak, kita Kejaksaan Negeri Putussibau sifatnya hanya menunggu petujuk dari mereka,” ungkap Kasi Pidsus, Heri SH.Kepada Kupas Merdeka.com.12/03.

Masih kata Heri, “Menurut informasi dari Kejaksaan Negeri Pontianak, bahwa yang bersangkutan sudah dilakukan pemanggilan sebanyak dua kali. Tetapi kita pun tidak tahu, apakah surat panggilan tersebut sudah diterima yang bersangkutan atau tidak. Sementara kita, sifatnya tinggal menunggu petunjuk dari Kejaksaan Negeri Pontianak. Karena persoalan ini ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Pontianak.”

Terkait pidana tambahan terhadap terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp. 1.699.088.000, belum dapat dilaksanakan, karena yang bersangkutan (Daniel Als.Ateng) belum dieksekusi. Kalau sudah dieksekusi ketika selama satu bulan yang ditentukan, yang bersangkutan tidak membayar, barulah dilakukan penyitaan harta bendanya.

“Kendala kenapa belum dieksekusi, bahwa pihak kita tidak mengetahui keberadaan yang bersangkutan. Informasinya saat ini yang bersangkutan sudah dilakukan pencekalan pergi keluar Negeri. Tetapi sampai saat ini kita juga belum menerima surat pencekalan tersebut. Kendala lain tidak ada, hanya saja yang bersangkutan sampai saat ini tidak diketahui dimana keberadaannya,” terangnya.

Lebih lanjut, Kasi Pidsus mengakui bahwa saat ini sudah banyak masyarakat yang mempertanyakan mengapa yang bersangkutan belum dieksekusi .

“Nah, persoalan ini merupakan kewenangan Kejaksaan Tinggi Pontianak. Mereka yang menangani ini. Kita sifatnya hanya menunggu petunjuk dari mereka. Kita tidak mungkin mengambil tindakan sendiri, apalagi yang bersangkutan (Daniel Als. Ateng) pengusaha besar,” cetusnya.

LSM Pemantau Penyelenggara Negara Kritisi Pernyataan Kejari Putussibau

Lambannya penanganan kasus korupsi ini disorot oleh LSM Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara RI. Hal itu diungkapkan oleh anggota LSM LPPNRI Bidang Investigasi, Nelson Tambunan.

“Apa yang disampaikan melalui Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Putussibau yang mengatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui keberadaan Daniel Als. Ateng, tentunya menjadi pertanyaan masyarakat luas. Pasalnya kami berkali – kali melihat keberadaan Tersangka Daniel Als. Ateng justru ada di rumah kediamannya di Jalan Kom Yos Sudarso Putussibau. Persoalan ini menunjukkan bahwa seolah-olah rumor di masyarakat bernar adanya yang mengatakan bahwa Tersangka Daniel Als. Ateng sangat erat hubungannya dengan pihak penegak hukum khususnya pihak Kejaksaan Wilayah Kalbar,” ujarnya kepada KM, Senin 14/3.

Oleh karena itu, jika rumor tersebut tidak benar, kami masyarakat Kapuas Hulu meminta kepada pihak kejaksaan untuk sesegera mungkin melakukan eksekusi kepada Tersangka Korupsi Daniel Als. Ateng seperti dalam Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : 2148 K / PID.SUS / 2015 petikan putusan pasal 226 KUHP. Jangan karena pengusaha besar, lalu dibiarkan berkeliaran,” tegas Tambunan. Karena putusan yang sudah dikeluarkan oleh MA, sifat sudah inkracht dan tidak berlaku surut,” imbuhnya.

“Namun sebaliknya jika aparat penegak hukum yang terkait dalam persoalan ini, apabila tidak bisa melaksanakan putusan MA tersebut, takutnya masyarakat akan bertindak sendiri. Jika hal itu terjadi, tentu sebuah tamparan keras bagi penegakan hukum di Kalbar khususnya di Bumi Uncak Kapuas. Karena kami masih menghargai hukum yang ada, kami berharap pihak terkait segerah melakukan eksekusi kepada Tersangka,” pungkasnya. (Budi/Santo)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*