Waspada Teror, Australia Anjurkan Warganya Hindari Kunjungan ke Indonesia

Anggota Densus 88 berjaga di lokasi serangan teroris di bilangan Sarinah, Jakarta 14/1 lalu (dok. Reuters)
Anggota Densus 88 berjaga di lokasi serangan teroris di bilangan Sarinah, Jakarta 14/1 lalu (dok. Reuters)

(KM) – Kementerian Luar Negeri Australia mengeluarkan anjuran agar warganya waspada tingkat tinggi apabila mengunjungi Indonesia dalam waktu dekat ini. Pengumuman tersebut dipublikasikan melalui portal Kementerian Luar Negeri Australia yang memberikan catatan “High Degree of Caution” (waspada tingkat tinggi) untuk kunjungan ke Indonesia.

Anjuran yang diedarkan Kamis 25/2 kemarin menyatakan bahwa ada indikasi kelompok teroris sedang dalam tahap akhir perencanaan serangan teror di Indonesia. “Indikasi terbaru menunjukkan bahwa teroris mungkin dalam tahap akhir perencanaan serangan di Indonesia… Kami menganjurkan anda agar bersikap waspada di Indonesia, termasuk Bali,” tulis pernyataan tersebut.

Edaran tersebut mengkhususkan Provinsi Sulawesi Tengah, Papua dan Papua Barat agar dihindari. “Berpikirlah secara serius tentang keperluan anda berkunjung ke daerah-daerah ini dikarenakan tingkat resiko yang tinggi. Apabila anda berkunjung ke daerah ini, lakukanlah penelitian dahulu dan ambil langkah-langkah ekstra demi keamanan, termasuk rencana cadangan. Periksalah apabila asuransi perjalanan anda bersedia menjamin anda,” lanjutnya.

Selain resiko serangan teror, pemerintah Australia juga menghimbau warganya agar memahami bahwa Indonesia menerapkan hukuman mati bagi pengedar narkoba, serta agar mewaspadai resiko penyakit dan bencana alam.

Di antara tempat-tempat dimana warga dihimbau agar berwaspada adalah tempat-tempat ibadah dan “lokasi-lokasi yang pernah dijadikan target teror seperti klub malam, bar, kafe, restoran, hotel dan bandara”.

Menteri Kehakiman Australia Michael Keenan menambahkan bahwa negara-negara di kawasan (Asia Tenggara) bisa menjadi target serangan teroris, termasuk Australia.

“Indonesia dan negara-negara tetangga kami semuanya merupakan target aksi teror yang terinspirasi ISIS, sebagaimana Australia juga,” ujar Keenan, sebagaimana dilansir oleh surat kabar Sydney Morning Herald

Advertisement
.

“Hal ini merupakan sebuah perhatian besar Australia dan pemerintahnya. Kami sedang bekerjasama dengan negara-negara tetangga untuk menjaga kawasan ini aman dari aksi teror,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut beredar empat hari setelah himbauan yang sama diedarkan oleh pemerintah Australia berkenaan dengan kemungkinan adanya aksi teror di ibukota Malaysia, Kuala Lumpur.

Menlu Indonesia: Indonesia Aman

Menanggapi himbauan Australia itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan bahwa peringatan tersebut tidak akan mengganggu stabilitas Indonesia, dan setiap negara berhak mengeluarkan peringatan bagi warganya yang hendak bepergian apabila dinilai perlu.

“Hak Australia untuk mengingatkan karena dalam kondisi tertentu Indonesia juga melakukan ini pada warga negaranya,” katanya di Istana Negara, Kamis 25/2.

Ia juga menambahkan bahwa Kemenlu terus berkoordinasi dengan Polri untuk menjamin keamanan Indonesia, khususnya bagi warga asing yang ingin berkunjung ke Indonesia. “We are on the alert mode, selalu,” tuturnya.

Situasi keamanan di Indonesia menjadi perhatian dunia internasional setelah serangan teroris beruntun terjadi pada 14 Januari lalu yang menewaskan 8 orang, termasuk 4 anggota kelompok teroris. Serangan tersebut diklaim oleh kelompok teroris yang berafiliasi kepada ISIS.

Pemerintah Indonesia menaksir antara 500 dan 700 warga Indonesia telah bergabung dengan ISIS di Irak dan Suriah. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan aksi teror yang mungkin dilakukan ketika mereka kembali ke Indonesia. (HJA)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*