Makam Keramat di Kebun Raya Dikukuhkan Sebagai Cagar Budaya

Ketua Disbudpar Kota Bogor H. Shahlan Rasyidi beserta tim nya bersama ketua Komunitas Kujang Lima H. Kemal Salim di depan plang resmi baru di situs Makam Keramat di Kebun Raya Bogor (dok. KM)
Ketua Disbudpar Kota Bogor H. Shahlan Rasyidi beserta tim nya bersama ketua Komunitas Kujang Lima H. Kemal Salim di depan plang resmi baru di situs Makam Keramat di Kebun Raya Bogor (dok. KM)

KOTA BOGOR (KM) -Situs makam keramat keluarga kerajaan Prabu Siliwangi yang terletak di dalam kompleks Kebun Raya Bogor akhirnya mendapatkan pengakuan oleh Pemerintah Kota Bogor dengan pemasangan plang resmi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor. Hal tersebut telah lama diperjuangkan oleh komunitas Kujang Lima sebagai salah satu perkumpulan yang bergerak di bidang pelestarian situs-situs bersejarah di Bogor.

Makam Keramat tersebut merupakan tempat bersemayamnya figur-figur sejarah Bogor yang dianggap keramat  khususnya oleh beberapa kalangan warga Bogor. Adapun makam-makam itu adalah makam dari Ratu Galuh Mangku Alam Prabu Siliwangi, yaitu istri kedua Prabu Siliwangi, serta Mbah Jepra, Mbah Baul, dan Solendang Galuh Pangkuan yang juga merupakan salah satu putra dari sang raja terkenal kerajaan Pakuan Pajajaran, Prabu Siliwangi.

“Syukur Alhamdulillah hari ini bisa terpasan plang nama ini, perjalanan panjang ini dapat dilihat. Pagar disini dibangun oleh mantan Gubernur Jawa Barat Raden Haji Aang Kunaipi. Beliau menyadari pentingnya melestarikan makam-makam karomat orang-orang yang telah berjasa di zamannya… Pengukuhan ini bertujuan untuk menjaga situs-situs yang ada di Kota Bogor agar dijaga dari sisi hukum negara,” jelas H. Kemal Salim dari komunitas Kujang Lima.

Acara tersebut juga dihadiri oleh budayawan, perwakilan dari Dinas Pariwisata dan juga tampak beberapa aktivis kebudayaan dan kepemudaan di Bogor.

Para peserta acara pengukuhan situs Makam Keramat membacakan Yasin dan doa-doa di kompleks Makam Keramat (dok. KM)

Para peserta acara pengukuhan situs Makam Keramat membacakan Yasin dan doa-doa di kompleks Makam Keramat (dok. KM)

Setelah pembukaan dengan sambutan, para peserta lalu membacakan Yasin, Tawasul, dan beberapa ritual keagamaan lainnya.

Advertisement

Menjelaskan kenapa baru sekarang dipasang plang tersebut di lokasi makam keramat, Kepala Disbudpar Kota Bogor H. Shahlan Rasyidi mengatakan bahwa fokus pemerintah Kota Bogor lebih mendahulukan yang berada di luar Kebun Raya Bogor karena dianggap lebih terlihat oleh masyarakat. “Yang di luar itu lebih banyak di ganggu oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, sedangkan kalau di Kebun Raya ada di lingkup pemerintah dan LIPI sehingga mudah dilestarikan dan dijaga,” paparnya.

Kerajaan Pakuan Pajajaran merupakan sebuah kerajaan yang berdiri pada abad ke-16 dan beribukota di Batu Tulis, Bogor. Menurut sejarawan Asep Binanjar, sejarah pertama kali mencatat adanya kerajaan ini pada tahun 1512. “Sejarawan Portugis di masa itu bernama Joao de Barros mencatatnya, dan dari Joao ini lah banyak didapatkan tulisan mengenai kerajaan Sunda, termasuk puncaknya pada 21 Agustus 1522 ada perjanjian perdamaian antara Kerajaan Portugal dan Kerajaan Sunda,” kisahnya.

Makam Keramat tersebut terletak di dalam Kebun Raya Bogor, tepatnya dekat jembatan gantung merah, dan tempat tersebut sering dikunjungi oleh peziarah.

(HJA/Maulatv)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*