Jual Makanan Tak Layak, Izin Salah Satu Tenant CCM Terancam Dicabut

Carrefour CCM yang tengah menghadapi masalah karena menjual produk yang tidak layak konsumsi, yakni roti yang sudah kadaluarsa (dok. KM)
Carrefour CCM yang tengah menghadapi masalah karena menjual produk yang tidak layak konsumsi, yakni roti yang sudah kadaluarsa (dok. KM)

BOGOR (KM) – Pemerintah daerah diminta lebih tegas dan selektif terhadap peredaran produk makanan yang beredar di Kabupaten Bogor. Apalagi jika penjualan produk yang menjadi masalah di salah satu tenant di Cibinong City Mall (CCM) itu benar terbukti secara medis.

“Dinas terkait harus tanggap atas produk yang beredar disini. Dimana peran pengawasan? Jangan jatuh korban dulu baru sibuk kerja,” ujar Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Yuyud Wahyudin, kepada Kupas Merdeka, Kamis (28/1/16).

Yuyud menekankan, agar SKPD terkait dapat melakukan kontrol produk makanan secara periodik. Menurutnya, selama ini memang tak maksimal. “Yang mereka lakukan saat ini belum maksimal, sebab dilakukan hanya pada momen-momen tertentu (Lebaran, Natal dan Tahun Baru). Kontrol memang idealnya paling lama tiga bulan sekali,” katanya.

Ia menerangkan, fenomena penjualan produk di salah satu tenant CCM itu harus terlebih dahulu dibuktikan secara medis. “Ya, apakah memang penyebab gangguan kesehatan konsumen Carrefour itu benar akibat makan roti. Jika sudah terbukti secara medis, izin usaha tenant tersebut bisa dicabut,” terangnya.

Tapi, masih kata Yuyud, produk tersebut mestinya tak beredar dipasaran, sebab ada sejumlah izin yang wajib dimiliki pengusaha untuk menjual produknya, sekalipun itu makanan. Banyaknya item-item produksi dan minimnya petugas, menjadi kurang maksimalnya pengawasan.

Advertisement

“Produk bermasalah itu tak bisa beredar bebas, sebab produk itu bisa dijual di pasaran jika sudah miliki izin dari BPOM, MUI dan SNI. Peran konsumen juga penting untuk kontrol peredaran produk yang tak memenuhi izin itu,” imbuhnya.

Sebelumnya, manajemen Carrefour belum mampu menunjukkan bukti sertifikat label Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) maupun dari Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM).

“Produk roti in house yang diproduksi oleh Carrefour itu telah sangat layak untuk dikonsumsi. Meskipun belum ada lisensi halal dari MUI maupun izin dari Badan POM, namun bahan-bahan produksinya sudah berlisensi halal dan mendapat izin BPOM,” kata General Manager Corporate Communication PT. Trans Retail Indonesia Satria Hamid di Carrefour CCM.

Sebelumnya, H. Herman, warga Cipaku Skip, Kota Bogor, yang membeli roti tawar produk Carrefour CCM, setelah mengkonsumsinya berasa tidak lazim. Herman baru tersadar kalau roti berkemasan Carrefour itu berwarna kehitaman. Akibatnya, ia menderita sakit perut setelah mengkonsumsi roti tersebut. (Wawan/Faizal)pasMerdeka.com Berita Bogor

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*