Pihak Sekolah SMPN 4 Leuwiliang Menutupi Kasus Pemukulan Siswa oleh Oknum Guru.

tekanan psikologis remaja
Ancaman dan Bullying menyebabkan tekanan psikologis bagi remaja (ilustrasi)

LEUWILIANG, Kab. Bogor (KM) – Seorang guru seharusnya menjadi panutan, baik ucapan maupun tindakan, bagi anak muridnya. Namun rupanya semua itu tidak berlaku bagi seorang oknum guru di SMPN 4 Leuwiliang.

Pasalnya, Jumat lalu (27/11), KM mendapat laporan terkait pemukulan yang dialami Ahyandi Saprayudi (15), siswa SMP Negeri 4 Leuwiliang kelas 9, yang dipukul oleh Ahmad Cepi, guru bahasa Inggris, di bagian pipi hingga memar. Menurut narasumber, bukan kali ini saja Ahmad melakukan berbuatan kasar kepada siswa siswanya. “Pada tahun lalu pun ada siswa yang mendapat perlakuan kasar oleh oknum guru tersebut, dia sekarang sudah menjadi alumni,” tuturnya.

Saat tim KM ingin mengkonfirmasi kepada pihak sekolah terkait pemukulan yang dilakukan oknum guru SMPN 4 Leuwiliang tersebut, sayangnya pihak sekolah seolah-olah menutup-nutupi dan tidak memberikan wartawan masuk dengan dalih kepala sekolah tidak ada di tempat dan semua guru sedang rapat dengan PT. Astra, jadi wartawan tidak boleh masuk. “Ini arahan dari Ugan, salah seorang guru di sini,” tutur Ranta, satpam di SMPN 4 Leuwiliang yang seolah-olah menghalang-halangi tim KM untuk melakukan konfirmasi.

Di tempat lain, kepala UPT Pendidikan Leuwiliang Riyatno, saat di konfirmasi, membenarkan adanya kejadian tersebut. “Pihak UPT akan mendatangi kepala sekolah terlebih dahulu, untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya dan akan memberikan teguran kepada oknum guru tersebut,” tandasnya. (Tri/Helmi/Dian).

Leave a comment

Your email address will not be published.


*