Kades Tajurhalang Realisasikan Pengaspalan Jalan

Pengerasan Jalan pada pembangunan jalan desa di Tajurhalang, Kab. Bogor (dok. KM)
Pengerasan Jalan pada pembangunan jalan desa di Tajurhalang, Kab. Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Siapa yang mau menyangkal kalau infrastruktur jalan merupakan modal penting pembangunan dan juga merupakan modal meningkatkan ekonomi masyarakat di sekitarnya? Ketika sebuah jalan dibangun, otomatis laju pertumbuhan ekonomi masyarakatnya sedikit demi sedikit terus menggeliat naik, entah dari harga NJOP tanah meningkat, banyaknya pembangunan real estate, pertokoan dan lain sebagainya.

Hal itu pula yang menjadi dasar desa Tajurhalang kecamatan Tajurhalang Kab.Bogor terus berbenah, setelah beberapa titik lokasi perbaikan jalan selesai dilakukan pengecoran pada tahap awal yaitu wilayah dusun I yang hampir mencapai 1 kilometer lebih, selanjutnya wilayah kampung Babakan Desa Tajurhalang sepanjang 460m juga sudah dapat diselesaika. Kini giliran wilayah kampung Karet yang sedang dilakukan pengerasan dengan dilakukan pengaspalan. Pengaspalan tersebut dilakukan sepanjang kurang lebih hampir satu kilometer dengan lebar dua meter yang berlokasi di dua RW yaitu lingkungan RW 11 dan RW 10. Perbaikan jalan tersebut selain merupakan hasil bantuan pemerintah melalui program infrastruktur desa juga bantuan kepala desa Tajurhalang yang total menghabiskan lebih dari Rp. 250 juta lebih.

Asan Umar selaku kepala desa Tajurhalang ketika dikonfirmasi mengatakan ia memang saat ini terus memfokuskan untuk memperbaiki infrastruktur jalan desa, karena jalan merupakan modal utama pembangunan. “Alhamdulillah akhir 2015 ini seluruh wilayah desa Tajurhalang khususnya infrastruktur jalan sudah dapat direalisasikan pengerasan seluruhnya,” ujarnya.

Memang jalanlah yang sering menjadi sebuah polemik pembangunan pada suatu daerah, entah tidak adanya anggaran yang cukup untuk pembangunan jalan, kurangnya perhatian pemerintah baik pusat dan daerah, belum lagi permasalahan pengerasan jalan yang kualitasnya sangat memperihatinkan. Banyak pengerasan jalan yang dilakukan di daerah-daerah secara asal–asalan, sehingga baru saja tiga bulan diperbaiki, jalan tersebut sudah rusak kembali, dan perbaikannya pun hanya dilakukan penambalan saja. Selalu saja pada akhir tahun anggaran ada perbaikan jalan, seolah-olah perbaikan jalan merupakan proyek tahunan saja. Jika dilakukan secara permanen dan berkualitas baik yang mampu bertahan hingga puluhan tahun, maka akan berdampak tak ada pekerjaan bagi sebagian orang yang terlibat didalamnya. Banyak kalangan masyarakat menyuarakan harapan agar pemerintah dan pihak terkait mau serius menangani pembangunan, khususnya infrastruktur jalan, agar tak ada lagi keluhan buruknya infrastruktur jalan. (NE)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*