Jamaah Tidak Tertampung, Masjid At-Taqwa Jatimulya Diperbesar

masjid at taqwa jati mulya depok
Proyek pembangunan Masjid At-Taqwa, Jatimulya Depok (dok. KM)

DEPOK (KM) – Salah satu ciri dari masyarakat Islam atau suatu daerah Islam adalah terdapatnya bangunan Masjid. Suatu kelalaian apabila di suatu tempat yang dihuni mayoritas umat Islam tidak terdapat bangunan Masjid, dan merupakan kewajiban bagi umat Islam dalam suatu tempat yang tidak ada Masjid atau apabila mengetahui bahwa di suatu daerah yang dihuni umat Islam belum dibangun Masjid, kaum Muslimin saling bahu membahu berusaha agar di daerah tersebut berdiri Masjid.

Membangun Masjid termasuk jihad fi sabilillah yang berpahala besar yang merupakan investasi amal yang akan mengalir pahalanya terus-menerus bagi yang membangunnya walaupun mereka sudah meninggal dunia. Ajaran Islam memerintahkan kepada umatnya agar dalam setiap tempat, dimana umat Islam berkumpul atau bertempat tinggal, membangun bangunan khusus yang di sebut Masjid. Bentuk bangunan Masjid hendaknya di sesuaikan dengan fungsi dan tujuannya. Seorang arsitek Muslim diberi kebebasan untuk menentukan bentuk dan model bangunan masjid, karena model dan bentuk bangunan masjid termasuk masalah ijtihadiyah, intinya tidak menyerupai tempat ibadah umat lain atau tempat maksiat pada Allah Azza wa Jalla. Bangunan masjid yang ideal adalah masjid yang arsitekturnya dapat menyentuh rasa yang dalam bagi setiap jamaahnya dari kedamaian, ketentraman rohaniah dan kepuasan batin dalam menghadap Dzat Yang Maha Kuasa. Dengan demikian setiap orang yang berada di dalamnya dapat merasakan keheningan dan keredupan. Orang yang berada didalamnya dapat merasakan keheningan dan keredupan suasana sehingga memberikan daya tarik kepada kaum Muslimin untuk senantiasa mengunjunginya untuk beribadah, mulai dari kerapian bangunan, pengurus, kebersihan dari dalam hingga luar masjid juga tempat wudhu.

Perluasan Masjid At-Taqwa Depok

Masjid At -Taqwa  RT 03/04 Jatimulya Depok  dengan luas area 990 m2 yang direncanakan akan menghabiskan anggaran sekitar Rp. 3,5 milyar bahkan lebih dengan bangunan 2 lantai, sedangkan kas yang ada sekitar Rp. 330 juta dan bangunan tersebut sudah berjalan empat bulan sudah menghabiskan dana Rp. 1 milyar dan itu hanya dari masyarakat serta para donatur.

Menurut Ketua Dewan Kemasyarakatan Masjid (DKM ) Adi Sugandi mengatakan,”Alhamdulilah setelah kami mengadakan musyawarah diterima oleh pemerintah kota bahwa pembangunan ini di kelola oleh panitia pembangunan semenjak mulai dibangun 4 bulan sampai dengan sekarang,” katanya. “Saya bersyukur pembangunan sudah mencapai 30% . karena kekompakan dari pengurus dan masyarakyat juga maka pembangunan dikatakan lancar seperti tadi sudah dikatakan oleh ketua panitia bahwa uang yang ada di kas saat ini hanya 330 juta tapi sampai saat ini sudah menghabiskan 1 milyar , karena berkat kerjasama panitia dan tokoh serta warga masyarakat, kami baru mengajukan ke kanwil provinsi Jabar, informasinya dapat 50 juta tapi sampai sekarang belum turun. Target pembangunan ini tidak bisa cepat, tiga tahun kami perkirakan dengan dana yang kita ambil dari masyarakat,” ungkapnya.

“Memang tanahnya juga hanya 990 meter persegi jadi mau tidak mau harus tetap diperluas biaya sebesar 1 milyar itu hanya dari masyarakat dan dari donatur-donatur tapi donatur dari yang terkait belum ada, jadi hanya mengandalkan dari masyarakat, dari pengurus dan tokoh-tokoh masyarakat. Bukan kita nekat untuk pembangunan ini, kita melihat dari daya tampungnya yang sudah tidak mampu,” katanya.

Ia menambahkan harapannya agar pemerintah bisa membantu pembangunan yang sedang berjalan bersama tokoh dan warga masyarakat. (Andrian jn)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*