Longsor di Cibunian Diduga Akibat Proyek PLTM, Peternak Ikan Rugi Miliaran

alat berat pt djg sebab longsor
Alat berat proyek PLTM milik PT. DJG diduga menjadi sebab longsor di Desa Cibunian, Pamijahan

Pamijahan, Kab. Bogor (KM) – Tidak berselang lama setelah kejadian bencana longsor yang melanda Desa Purwabakti, bencana longsor kembali terjadi di desa Cibunian yang bersebelahan dengan desa Purwabakti.

Setelah diguyur hujan yang deras Sabtu sore (21/11), sekitar jam 02:00 Minggu dinihari terjadi longsor yang mengakibatkan 35 rumah rusak, 3 diantaranya mengalami rusak berat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa longsor ini.

Di duga, ada akibat dari pengerjaan proyek pembangunan PLTM PT.DJG yang mengakibatkan bencana longsor selain dari intensitas hujan yang tinggi. Menurut keterangan narasumber bahwa sebabnya dari pengerjaan proyek yang mengikis tebingan salah satu faktor utama terjadinya longsor.

“Karena pengikisan atau mengupas tebing yang dilakukan oleh proyek PT. DJG tidak mengantisipasi adanya bencana, setelah diguyur hujan yang deras dari kemarin sabtu sore, tepat pukul 02:00 minggu terjadi longsor. Bukan semata-mata karena alam tapi ini juga akibat ulah PT.DJG,” tutur H. Acek, seorang peternak ikan.

“Akibat dari longsor ini pula mengakibatkan kerugian besar bagi para petani ikan yang berada di daerah aliran sungai Cianten yang teraliri lumpur yang masuk ke kolam peternakan ikan. Sekitar 120 ton ikan mati, biasanya walaupun sungai banjir dan keruh tapi tidak begitu lama air jernih dan tidak mengakibatkan ikan mati, tetapi akibat longsor dan adanya pekerjaan proyek PT. DJG, air bercampur lumpur masuk ke kolam ikan dan dari semalam. Air bercampur lumpur terus mengalir. Tadi sebetulnya sudah ada janji dari pihak PT. DJG yang diwakili Edi sebagai manajer operasional untuk datang mengecek akibat longsor yang mengakibatkan ikan mati, tapi sampai sore entah kabur kemana,” ketus H. Acek.

Advertisement
peternak ikan longsor cibunian

Petani ikan sedang mengumpulkan ikan mati akibat lumpur yang terbawa banjir masuk ke kolam ikan setelah longsor yang terjadi minggu pagi

Kerugian yang di derita oleh petani ikan begitu besar seperti yang dialami oleh H. Rasyid, yaitu sekitar 60 ton ikan mati kalau diuangkan mencapai Rp.720 Juta dan H.acek 60 ton juga.

H. Acek dan H. Rasyid berharap pihak PT. DJG dan pemerintah untuk bertanggung jawab terutama pihak PT. DJG karena proyeknya lah yang telah mengakibatkan bencana ini.

Tim dari LSM Forum Pemantau Pembangunan Kabupaten Bogor ( FP2KB ) yang di wakili oleh Asep Bunhori dan tokoh masyarakat (Bajri) serta awak media Kupas Merdeka datang langsung ke lokasi bencana dan menarik kesimpulan bahwa bukan semata-mata ini dari bencana alam tapi ini juga sebab dari proyek PT. DJG, dan berharap ada tanggung jawab untuk kerugian yang di alami oleh petani ikan. (Dian Pribadi)

Advertisement
Komentar Facebook

1 Trackback / Pingback

  1. Setahun Setelah Longsor Cibunian Akibat Proyek PLTM JDG, Ganti Rugi Masih Belum Jelas – KUPAS MERDEKA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*