PDAM Tirta Kahuripan Tingkatkan Upaya dalam Menghadapi Kekeringan di Kabupaten Bogor

PDAM Tirta Kahuripan, Kabupaten Bogor
PDAM Tirta Kahuripan, Kabupaten Bogor

BOGOR (KM) – Kemarau panjang sejak lima bulan belakangan ini menyebabkan wilayah kekeringan di wilayah Kabupten Bogor makin meluas. Hadi Mulya Asmat, Direktur Utama PDAM Tirta Kahuripan menjelaskan, walaupun Bogor dijuluki sebagai “Kota Hujan” namun tetap termasuk wilayah yang terkena dampak kekeringan.

“Letak geografis berada diantara dua benua, dan dua samudera serta terletak di sekitar garis khatulistiwa merupakan faktor klimatologi di Indonesia.
Posisi geografis ini menyebabkan Indonesia berada pada belahan bumi dengan iklim monsoon tropis yang sangat sensitif terhadap anomali iklim El – Nino Southern Oscillation (ENSO),” paparnya kepada kupasmerdeka.com, Selasa (6/10/2015).

Direktur Utama PDAM Tirta Kahuripan itu memaparkan penyebab terjadinya kekeringan antara lain adanya penyimpangan iklim, adanya gangguan
keseimbangan hidrologi dan kekeringan argomis. Penyimpangan iklim menyebabkan produksi uap air dan awan di sebagian Indonesia bervariasi dari
kondisi sangat tinggi ke arah rendah atau sebaliknya. Jumlah curah hujan dan awan yang rendah akan berpengaruh kepda curah hujan dan intensitas hujan rendah akan mengakibatkan kekeringan.

Ia menjelaskan bahwa kondisi kekeringan ini merupakan keprihatinan kita semua sehingga kekeringan jangka panjang akan mengakibatkan kondisi lebih kritis dan lebih luas. Sehingga perlu ada upaya-upaya strategis untuk penyediaan air baku di wilayah Kabupaten Bogor yang didukung oleh kondisi alam Bogor sebagai Kota Hujan. Oleh karenanya dalam kondisi yang saaat ini PDAM berharap kepada pelanggan agar mampu mengelola kegunaan air seefisien mungkin agar kebutuhan dasar rumah tangga dapat terpenuhi. “Tentunya dalam upaya lain kita semua berdoa agar Allah berikan rahmat Nya agar hujan segera turun dan kekeringan tidak berkepanjangan,” sambungnya.

Dalam upaya memenuhi kebutuhan air bersih, selain memberikan pelayanan kepada pelanggan, PDAM pun bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam hal suplai air bersih di wilayah kekeringan, dan dalam hal ini PDAM memberikan logistik berupa air bersih.

Untuk mengantisipasi kekeringan yang berkepanjangan, upaya-upaya lainnya yang sedang dilakukan oleh pihak PDAM adalah pendekatan kepada masyarakat yang lokasi tanahnya terdapat sumber mata air untuk dapat dimanfaatkan oleh PDAM secara darurat dalam rangka menambah kapasitas produksi.

Advertisement

Hal ini disebabkan kita tidak bisa menahan atau menampung air hujan yang mengalir ke laut yang karena tidak memiliki bendungan dan serapan air
yang maksimal. Ini berdampak sungai-sungai di wilayah kabupaten Bogor mengalami kekeringan seperti Sungai Cibeet, Sungai Ciliwung, Sungai
Cimanceuri, Irigasi Cibarusah, dan Mata Air Cikahuripan. Begitupula sumber mata air mengalami penurunan debit atau kapasitas kurang lebih sekitar 10 sampai 20 persen, sedangkan sungai dan mata air tersebut merupakan sumber air baku PDAM dalam hal memproduksi air.

Di Kabupaten Bogor sendiri, masih kata Hadi, wilayah rawan kekeringan berada di daerah Bogor Timur, Seperti Kecamatan Cariu, Jonggol Sukamakmur, dan Tanjungsari. “Kami telah menyalurkan air bersih ke daerah rawan kekeringan sejak tanggal 22 Juni 2015 lalu. Selain menyalurkan secara langsung, kami juga memberikan bantuan melalui Tagana dan PMI Kabupaten Bogor, adapun mekanisme pengiriman sesuai dengan  permintaan mereka.” ujarnya.

Untuk tetap dapat melayani pelanggan dan membantu masyarakat kabupaten Bogor yang saat ini sedang mengalami krisis ketersediaan air bersih, PDAM Tirta Kahuripan aktif mengadakan kegiatan – kegiatan yang berkaitan dengan menjaga ekosistem agar ketersediaan air dapat mencukupi. Kegiatan tersebut  antara lain penanaman pohon dan juga membuat sumber – sumber resapan air. Usaha PDAM untuk terus melayani para pelanggan 24 jam juga ditanggapi serius oleh Hadi. “Kami berusaha membendung sumber air yang ada untuk terus dapat secara kontinue melayani pelanggan 24 jam dengan air bersih,” ungkap Hadi.

Hadi selaku Direktur Utama PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor belum lama ini blusukan ikut mencari sumber air baku. Serta dalam  kesempatan ini pula,  Hadi meminta serta menghimbau kepada para pelanggan untuk lebih berhemat menggunakan air, seperti yang di himbau pula oleh Bupati Bogor, Hj. Nurhayanti belum lama ini.

Untuk kebutuhan air bersih bagi pelanggan, sampai saat ini Hadi menjamin, PDAM Tirta Kahuripan masih dapat memproduksi air bersih yang mencukupi untuk kebutuhan. (Sahrul)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*