Soal PDAM Tirta Pakuan, Polres Bogor Sudah Memanggil Beberapa Saksi

Ilustrasi pemasangan pipa PDAM

BOGOR (KM) – Terkait pelaporan warga jalan Muslih RT 02 RW 04 Desa Gadog, Kecamatan Megamendung yakni Muslih dugaan pengrusakan tanah miliknya oleh proyek pemasangan pipa air milik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, kini menuai titik terang. Diketahui, PT Melindo Pratama Putra selaku kontraktor pelaksana yang mengerjakan proyek pemasangan pipa tersebut kini sudah dilaporkan ke Polres Bogor.

Menurut Kapolres Bogor AKBP, Suyudi Aryo Seto mengatakan Pelaporan atas nama Amirul, melapor ke Polres Bogor dengan Nomor : LP/B/653/VII/2015/JBR/RES BGR itu saat ini sudah dalam proses pemanggilan beberapa saksi. “Iya atas laporan tersebut kami sudah melakukan pemanggilan beberapa saksi untuk mengetahui secara jelas kronologinya seperti apa atas indikasi pengrusakan tanah tersebut,” ujar Kapolres kepada kupasmerdeka.com, Rabu (19/8/2015).

Ia menambahkan, untuk secara lebih jelasnya silahkan teman-teman media untuk mengkonfirmasi secara langsung ke Bagian Serse yang menangani kasus itu. “Iya silahkan saja datangi IPTU Dedi selaku KBO Serse, beliau yang tau secara jelas persoalan itu sudah sejauh mana-nya,” jelasnya.

Advertisement

Sebelumnya, Pelaksana kontaktor PT Melindo Pratama Putra kata Amirul (korban,red) menduga telah terjadi perubahan spek (blue print) proyek PDAM SPK PU 13 Mei 2015 dan SPK PU 4 Juni 1015 dimana pipa air yang semula diatas tanah darat dirubah menjadi berada berdempetan dengan turab miliknya didinding batas tanah SHM dimana dudukan pipa berupa beton masuk ketanah milinya.

“Mereka memakai lahan kami dengan seenaknya, tanah dan pohon milik kami jadi rusak. Memang sebelumnya sudah ada pertemuan untuk proses pembebasan tanah saya, namun hingga kini proses pembebasan tanah dan negosiasi belum selesai secara tuntas oleh pihak PDAM dan belum ada pernyataan tertulis kesepakatan bersama, adanya pemasangan patok BPN ditengah tanah kami, itu tidak jelas maksud dan tujuannya dan sudah dimulai proyek pemasangan pipa oleh kontraktor PU yang mengakibatkan penyerobotan, pengerusakan dan pengancaman terhadap kami sebagai pemilih tanah yang bersertifikat,” tutupnya. (Sahrul)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*