Kades Candali Kec Rancabungur, Diduga Gunakan Ijazah Aspal

kantor desa candali
Kantor Desa Candali

BOGOR (KM) – Salah seorang kepala Desa Candali, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, terindikasi menggunakan ijazah asli tapi palsu (Aspal) dalam pencalonan Pemilihan Kades (Pilkades) serentak 2013 lalu. Pasalnya, Kepemilikan ijazah yang diduga aspal dikantongi oknum kades Candali itu ini diungkap oleh seluruh calon Kades Candali kala itu.

Menurut salah seorang narasumber terpercaya yang enggan menyebutkan namanya, indikasi Ijazah aspal dari sang kades Candali terpilih yakni MY, tampak pada saat memberikan syarat pencalonan kades Candali 2013 silam, dimana ijazah setingkat Sekolah Dasar Negeri (SDN) tidak diakui oleh kepala sekolah Margacinta 01 yang dijabat oleh I.Y.D Purwanto, dimana kepsek tersebut memberikan surat keterangan dengan nomor: 421.2/110-SD/IV/2013 menyatakan bahwa atas nama MY tidak tamat sekolah di sekolah itu. “Iya mas benar, menurut keterangan dari kepsek SDN Margacinta 01 Kec Rancabungur itu sang kades terpilih Candali tidak pernah lulus disekolah yang dimaksud, karena pihak SDN tidak bersedia melegalisasikan dikarenakan tidak menunjukkan ijazah asli, kemudian diverifikasi data di SDN Margacinta 01, nama tersebut Tidak Tamat Sekolah, hanya pernah sekolah di SDN ini sampai dikelas VI (enam) alias Drop Out. Dimana surat itu ditandatangani pada 01 April 2013 lalu,” katanya kepada kupasmerdeka.com, Rabu (1/6/2015) kemarin.

Ia menambahkan, kesimpulannya yaitu keabsahan ijasah tersebut sangat meragukan. Artinya kalau kades itu saja tidak pernah lulus SDN, kenapa dia bisa mengikuti Paket B di PKBM Bina Insan Mandiri dan mendapatkan ijazah setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat. “Untuk itu kami mohon kepada Bapak/Ibu sebagai pemimpin dapat mengkaji kembali dan ambil tindakan dalam persoalan ini. Karena kebenaran harus ditegakkan, kita membutuhkan orang-orang bersih dalam pencapaian proses dan juga kelanjutannya. Disini pun kami mohon maaf tidak mencantumkan nama kami demi keselamatan kami dan keluarga,” harapnya.

Terpisah, Kades Candali, MY membantah keras bahwa dirinya telah melakukan pemalsuan ijazah SDN hingga mendapat ijazah Paket B untuk ikut serta dalam pencalonan Pilkades Candali 2013 lalu. “Ini mah mas persoalan sebenarnya sudah 2 tahun lalu sudah saya selesaikan, dimana pada waktu itu saya sampai mondar mandir ke Dinas Pendidikan dan Inspektorat Kabupaten Bogor untuk meluruskan permasalahan ini. Bahkan pada masa itu saya membawa sekitar 12 orang teman seangkatan saya di SDN Margacinta 01 tersebut, bahwa saya benar dan tidak berbohong serta benar-benar lulus dari sekolah tersebut,” kilah MY saat ditemui di kantor desanya.

Menurutnya, lanjut dia, persoalan ini sebenarnya masih kaitan dengan pilkades lalu, karena dirinya pun mengakui sudah mengetahui siapa saja yang memperkarakan permasalahan tersebut. “Memang sebenarnya masih kaitan pilkades kemarin, dimana para calon kalah mereka sampai saat ini pun terus mencari-cari kesalahan saya bahkan menginginkan saya lengser dari kursi Kades Candali,” pungkasnya. (Sahrul)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*