Warga Cijujung Pasang Spanduk Tolak Adanya Pengolahan Limbah Ayam di Gunung Jatake

BOGOR (KM) – Rencana kegiatan pengolahan limbah ayam di kawasan Gunung Jatake, Desa Cijujung, Kabupaten Bogor, ditolak warga. Penolakan itu disuarakan melalui pemasangan spanduk dan pernyataan sikap masyarakat setempat, Kamis (5/11).

 

Dalam spanduk yang beredar, warga menyampaikan penolakan keras terhadap kegiatan pengolahan limbah ayam, termasuk limbah bulu ayam yang disebut akan berlokasi di kawasan Gunung Jatake.

 

Warga menilai kegiatan tersebut berpotensi menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan serta mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat apabila tidak dikelola dengan baik.

 

“Demi lingkungan yang sehat dan kesehatan masyarakat,” demikian salah satu pesan yang tertulis dalam spanduk penolakan warga.

 

Penolakan itu menunjukkan adanya kekhawatiran masyarakat terhadap potensi pencemaran lingkungan dari aktivitas pengolahan limbah ayam. Terlebih, persoalan limbah peternakan maupun industri pengolahan membutuhkan pengelolaan sesuai standar lingkungan agar tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat sekitar.

 

Pada prinsipnya, warga menginginkan lingkungan tempat tinggal yang bersih, sehat, dan terbebas dari potensi pencemaran yang dapat mengancam kualitas hidup masyarakat.

 

Persoalan ini diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah daerah, khususnya instansi terkait yang memiliki kewenangan dalam pengawasan lingkungan hidup dan perizinan usaha.

 

Pemerintah juga perlu memastikan kejelasan status perizinan, kesesuaian tata ruang, proses pengolahan limbah, serta dokumen lingkungan dari rencana kegiatan tersebut sebelum aktivitas dijalankan.

 

Di sisi lain, pihak yang merencanakan kegiatan pengolahan limbah ayam juga perlu diberikan ruang untuk menyampaikan penjelasan secara terbuka, termasuk mengenai teknologi pengolahan dan langkah-langkah pencegahan pencemaran yang akan diterapkan.

 

Transparansi dan keterlibatan masyarakat menjadi hal penting agar tidak terjadi kesalahpahaman maupun konflik antara warga dan pihak pengelola usaha.

 

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari pemerintah desa, pemerintah kecamatan, maupun pihak pengelola terkait rencana kegiatan pengolahan limbah ayam tersebut.

 

Penolakan warga Desa Cijujung ini menjadi pengingat bahwa pembangunan dan aktivitas usaha semestinya tidak hanya mempertimbangkan aspek ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan keselamatan lingkungan serta hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan hidup yang sehat.

 

 

Reporter: Septiawan

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.