Diduga Diintimidasi Debt Collector di BSD, Perempuan Mengaku Trauma
TANGERANG SELATAN, (KM) – Seorang perempuan mengaku mengalami dugaan intimidasi oleh sejumlah orang yang diduga debt collector di kawasan Apartemen Akasa BSD, Tangerang Selatan, Kamis (5/11/2026).

Berdasarkan keterangan yang disampaikan kepada redaksi, peristiwa bermula ketika mobil miliknya diduga telah ditunggu sejumlah penagih di area parkir lantai 1 Tower Kirana.
Perempuan tersebut mengakui memiliki tunggakan kendaraan dan menyatakan berniat menyelesaikannya melalui pelunasan. Namun, karena merasa takut menghadapi sejumlah orang seorang diri, ia meminta agar persoalan tersebut dibicarakan di Polsek Serpong. Kendaraannya kemudian dititipkan di kantor kepolisian tersebut.
Ironisnya, setelah meninggalkan lokasi menggunakan mobil temannya, ia mengaku kembali diikuti sejumlah orang yang diduga debt collector. Bahkan, kendaraan yang ditumpanginya disebut sempat dihentikan di tengah jalan dan dirinya diminta turun.
Temannya yang ikut dalam kendaraan tersebut dikabarkan mengalami ketakutan hingga akhirnya berteriak meminta mereka berhenti.
Hingga hari ketiga setelah kejadian, perempuan tersebut mengaku masih mengalami trauma dan menyebut sejumlah orang yang diduga penagih masih menunggunya di sekitar Polsek Serpong.
Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan mengenai batas kewenangan penagihan serta perlindungan terhadap konsumen. Sebab, persoalan tunggakan tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan tindakan yang diduga mengandung intimidasi atau mengganggu rasa aman seseorang.
Redaksi Kupas Merdeka membuka ruang konfirmasi kepada perusahaan pembiayaan, pihak penagih, dan Polsek Serpong guna memperoleh kejelasan serta keberimbangan informasi.
Reporter .Gast
Leave a comment